Waspada
Waspada » RSUP HAM Undang Pemkab Labuhan Batu Serah Terima Bayi Kembar
Medan

RSUP HAM Undang Pemkab Labuhan Batu Serah Terima Bayi Kembar

BAYI KEMBAR Adam dan Aris. Terkait pemulangan bayi kembar itu, pada RSUP H Adam Malik undang Pemkab Labuhan Batu 3 Maret 2021. Waspada/Ist
BAYI KEMBAR Adam dan Aris. Terkait pemulangan bayi kembar itu, pada RSUP H Adam Malik undang Pemkab Labuhan Batu 3 Maret 2021. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kondisi bayi kembar, Adam dan Aris asal Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut) terus membaik setiap harinya. Bekas luka dan kondisi fisik semakin memperlihatkan bahwa keduanya sudah bisa pulang ke kediamannya.

Hal ini dikatakan Sekretaris Tim Penanganan Kembar Siam RSUP H Adam Malik Medan Dr Rizky Adriansyah, SpA(K) pada Kamis (25/2) di Medan.

Katanya, rencananya tanggal 3 Maret 2021 RSUP H Adam Malik akan mengundang Pemerintah daerah (Pemda) labuhan batu. Undangan ini untuk menyerahterimakan langsung bayi kembar untuk pulang ke tempat tinggal asalnya.

“Nanti disitu kita akan serah terima bayinya, sebenarnya bayinya ini sudah ada indikasi untuk berobat jalan. Tidak perlu dirawat lagi tapi kita tanggung jawabnya karena kasusnya spesial sehingga kita tidak bisa memberhentikan begitu saja pengobatannya,” ujarnya.

Katanya, diundangnya Pemda Labuhan Batu ini selain untuk serah terima bayinya juga bagaimana keduanya nantinya untuk melakukan kontrol di tempat tinggal asalnya.

“Pemda yang diundang terdiri dari Bupati, Direktur rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan ataupun Kepala Puskesmas ditempat mereka tinggal dan berharap Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi juga datang,” katanya

Imunisasi

Disebutkannya, adapun pengobatan yang harus dijalani nantinya ada beberapa hal, yakni terkait dengan imunisasi. Imunisasinya harus dikejar jika sebelumnya ada imunisasi yang ketinggalan. Tiap bulan harus mendapatkan imunisasi sesuai jadwal imunisasi yang telah ditentukan pemerintah.

Kedua terkait tumbuh kembangnya bagaimana berat badan, bagaimana kemampuan dia untuk bermain dan berinteraksi yang dilihat sesuai dengan usianya.

Ketiga terkait dengan perawatan luka operasinya. “Memang luka operasinya sudah kering namun ada beberapa tempat yang belum kering sekali, kita tidak mau itu menjadi infeksi. Walaupun luka yang tinggal sedikit lagi itu kita berharap jangan sampai jadi masalah,” katanya.

Sementara untuk obat-obatan yang harus dikonsumsi kedua anak tersebut, dikatakan keduanya kini sudah tidak lagi mengkonsumsi obat khusus. Kalaupun nanti dipulangkan bisa diberikan multivitamin tapi yang penting diberikan makanan 4 sehat 5 sempurna.

“Kalau obat makannya tidak ada yang spesifik dari bekas operasinya,” bebernya.

Bahkan bukan hanya tim dokter yang gembira melihat kondisi kedua bayi kembar yang terus membaik namun kegembiraan itu juga sangat dirasakan oleh kedua orangtuanya. Apalagi kini bahkan sudah berjalan-jalan di Selasar rumah sakit tempat mereka dirawat. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2