Waspada
Waspada » RSU Medan Labuhan Berdiri, Rumah Warga Terendam Banjir
Medan

RSU Medan Labuhan Berdiri, Rumah Warga Terendam Banjir

BAGIAN belakang rumah Ali yang terendam genangan air sejak berdirinya bangunan Rumah Sakit Type C Medan Labuhan. Terlihat latar belakang bangunan rumah sakit tersebut. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
BAGIAN belakang rumah Ali yang terendam genangan air sejak berdirinya bangunan Rumah Sakit Type C Medan Labuhan. Terlihat latar belakang bangunan rumah sakit tersebut. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Sejak rampungnya pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) type C di Jl. Yos Sudarso Kelurahan Pekanlabuhan Kecamatan Medan Labuhan, sejumlah rumah warga yang berada persis di belakang rumah sakit tersebut terendam banjir.

Seorang warga Jl. Marginda Siregar Lingkungan XI Kelurahan Pekanlabuhan bernama Ali ,39, yang rumahnya persis di belakang rumah sakit itu menyebutkan, pembangunan rumah sakit tersebut dilaksanakan sejak akhir 2019 lalu dan kini telah rampung pembangunannya. Bagian belakang rumah sakit dikelilingi tembok sehingga menutup akses di belakang rumah-rumah warga.

“Setelah ditembok beton di bagian belakang, warga tidak bisa lagi keluar masuk dari belakang rumahnya karena sudah dikelilingi tembok. Akibatnya, lokasi resapan air berkurang sehingga saat hujan deras, air tergenang dam masuk ke dalam rumah,” ujar Ali kepada Waspada, Jumat (9/4).

Dijelaskan  Ali, sebelum berdirinya rumah sakit type C itu, rumah-rumah warga yang berada di Jl. Marginda Siregar Lingkungan XI Kelurahan Pekanlabuhan ini, genangan air tidak pernah masuk melalui bagian belakang rumah-rumah warga.

“Sekarang saja, bila hujan terus, di belakang rumah langsung tergenang air dan air masuk ke dalam rumah.

“Bila hujan menggenangi Jl. Marginda Siregar namun tidak sampai masuk ke dalam rumah karena  badan jalan agak rendah dan air banjir tidak masuk melalui pintu depan. Parahnya, air malah masuk dari belakang rumah,” keluh Ali.

Tidak Bisa Melihat

Menurut Ali, warga tidak mengetahui apakah bangunan rumah sakit tersebut memiliki drainase di bagian belakang, karena warga tidak bisa melihatnya karena dikelilingi tembok setinggi 2 meter.

Bahkan, warga pun belum mengetahui ke mana limbah rumah sakit akan dibuang bila rumah sakit akan beroperasi.

“Saya berharap agar Pemko Medan memperhatikan kondisi drainase di sekitar rumah sakit sehingga tidak berdampak buruk terhadap pemukiman warga sekitarnya.

Sampai sekarang warga pun belum mengetahui ke mana limbah rumah sakit akan dibuang termasuk drainasenya yang belum terlihat,” tutur Ali.

Sementara itu, pantauan Waspada, Rumah Sakit Type C Medan Labuhan sudah rampung pembangunannya namun hingga sekarang belum beroperasi. Lokasi bangunannya masih ditutupi pagar seng di bagian depan sehingga tidak bisa orang masuk untuk melihat lokasi bangunan yang belum tau kapan beroperasinya.

Drainase di bagian depan tidak terawat bahkan ditumbuhi rerumputan liar.(m27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2