RS Haji Medan Harus Tingkatkan Pelayanan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Rumah Sakit Haji Medan diharapkan terus meningkatkan dan memperbaiki pelayanan kesehatan dan menempatkan orang-orang yang tepat mengganti para Purna Bakti, sehingga rumah sakit berjalan dengan baik, khususnya di saat Pandemi Covid-19 saat ini.

Ini dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di RS Haji Medan beberapa waktu lalu.

“Kami berharap Rumah Sakit Haji ini semakin berkembang khususnya layananan kesehatannya. Fasilitas sudah dibangun, sudah bertambah dari yang awal dan sekarang tinggal bagaimana Ibu Rehulina selaku Direktur Rumah Sakit Haji menjalankannya. Bagaimana menempatkan orang-orang karena yang purna bakti sudah ada dan ini harus diisi orang-orang yang tepat jangan nanti kita hanya sekadar melengkapi fasilitas saja tapi pelayanan tidak maksimal,” ujar Musa Rajekshah.

Pandemi Covid-19 ini, disampaikan Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah banyak memberi pelajaran, selain kesadaran untuk terus menjaga kesehatan juga memberi pelajaran bahwa pelayanan kesehatan yang baik itu penting bukan di ibu kota tapi juga di kabupaten/kota.

“Tenaga kesehatan yang kurang, fasilitas yang kurang harus jadi pelajaran untuk mengingatkan kita dan melakukan evaluasi apalagi Rumah Sakit Haji adalah rumah sakit pemerintah yang punya tanggung jawab untuk melayani masyarakat Sumut dan bersama Gubernur kita ingin Rumah Sakit Haji ini menjadi rumah sakit modern,” katanya.

Peringatan HKN, lanjut Ijeck, harus menjadi pesan untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan pelayanan kesehatan sebagaimana amanah jabatan yang telah diberikan. “Peringatan HKN ke-57 ini bukan hanya sebatas peringatan saja, tetapi juga sebagai pengingat kita wajib menjaga kesehatan dan wajiblah kita mempertanggungjawabkan apa yang kita emban,” katanya.

Selama ini, tambah Ijeck, banyak masyarakat yang melakukan pengobatan ke luar negeri, namun selama pandemi banyak negara yang melakukan pembatasan keluar masuk warga asing sehingga masyarakat mau tidak mau memilih berobat di negeri sendiri. Moment ini, lanjut Ijeck, menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di dalam negeri.

“Kalaulah yang lalu banyak orang berobat ke Penang, Singapura, sekarang yang banyak duitnya harus berobat di negeri sendiri. Dulu mungkin kurang percaya sama dokter, sekarang harus percaya. Ujian pandemi ini mengingatkan kita tentang pentingnya sehat dan kerja sama,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para Purna Bakti atas dedikasinya selama ini melayani masyarakat di RS Haji Medan. “Kami Pemerintah Provinsi Sumut mengucapkan terima kasih dan mohon tetaplah memberi sumbangsihnya walaupun tidak hadir secara ASN tapi hadir sebagai masyarakat untuk saling mengisi saling mengingatkan pada hal-hal yang baik,” katanya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Haji Rehulina Ginting mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Sumut dalam gelaran yang dibuat. Ia berharap pihaknya dapat meningkatkan pelayanan seperti yang diamanahkan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT karena setelah melalui proses yang tidak mudah akhirnya kami dapat mempergunakan dan memanfaatkan salah satu aset Rumah sakit yaitu gedung Eks. STIKES Haji untuk kegiatan perkantoran manajemen RSU Haji Medan. Dan saya juga mengungkapkan terimakasih kepada seluruh tim pengamanan aset RS Haji Medan Provinsi Sumatera Utara yang telah bekerja keras untuk membantu menyelamatkan dan mengamankan aset yang dimiliki oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara,” ucapnya.

Adapun kegiatan RSU Haji Medan pada rangkaian acara peringatan hari kesehatan nasional yang ke 57 tahun 2021 itu yakni seminar Kesehatan bagi tenaga kesehatan, donor darah, vaksinasi massal, sekaligus pelepasan pegawai RSU Haji Medan yang telah memasuki masa purnabakti dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. (cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *