RS Di Medan Mulai Turunkan Harga PCR

RS Di Medan Mulai Turunkan Harga PCR

  • Bagikan
Tes PCR. Ilustrasi
Tes PCR. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Rumah Sakit (RS) di Medan mulai menurunkan harga Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR pada 16 Agustus 2021 kemarin.

Seperti keterangan Humas RS Murni Teguh, dr Herman mengatakan pihaknya sudah dari kemarin (19/8) memberlakukan tarif baru untuk pelayanan PCR tes.

“Sudah turun dari kemarin kita sudah sesuaikan tarifnya, saat ini harganya Rp 525 ribu sebelumnya Rp 900 ribu. Kita turunkan harganya sejak kemarin 19 Agustus 2021,” ucap Herman kepada Waspada pada Jumat (20/8).

Disebutkannya dengan adanya penyesuaian tarif PCR tes ini, pihaknya memang mengalami sedikit kendala.

“Kita sudah pakai sistem jadi banyak yang harus diubah, belum lagi sosialisasi ke lapangan, internal dan eksternal. Tapi sudah berlaku tarif yang baru. Jelas memang dengan adanya penurunan ini ada pengaruhnya. Apalagi jika rumah sakit sudah menyetok alat PCR, dengan perubahan harga jelas sangat berpengaruh yang kemungkinan rugi. Tapi karena ini instruksi pemerintah kita akan mendukungnya,” ucap Herman.

Terpisah, Sub Koordinator Hukormas Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) Rosario Dorothy Simanjuntak saat dikonfirmasi menyatakan Saat ini pihak RS sedang memproses penyesuaian tarif sesuai instruksi pusat. Dan mengaku tidak menemui kendala.

“Kita masih proses penyesuaian tarif mengikuti surat edaran pusat. Kalau sebelumnya tarif PCR tes di kita itu Rp 750 ribu,” katanya.

Pantauan di Kualanamu International Airport (KNIA) seperti biaya tes swab PCR drive thru dikelola PT Sumatera Siberia Kompaniya (SSK) berada di area Parkir A KNIA juga sudah turun menjadi Rp 525 ribu. Tarif baru ini berlaku mulai 19 Agustus 2021 dengan hasil 1 x 12 jam.

“Kita harapkan semoga dengan adanya penyesuaian tarif ini juga nantinya diiringi dengan penyesuaian harga alat tesnya yang sebelumnya masih kita beli dengan harga mahal,”ucap Direktur Utama (Dirut) PT SSK, Muhammad Fauzi.

Sementara itu, banyak juga RS belum menerapkan penyesuaian harga ini dengan alasan masih dalam proses. (cbud)

  • Bagikan