RS Dan Puskesmas Di Medan Alami Kenaikan Jumlah Pasien

RS Dan Puskesmas Di Medan Alami Kenaikan Jumlah Pasien

  • Bagikan
RSU dr Pirngadi. Pasca Lebaran, hampir semua Rumah Sakit dan Puskesmas mengalami kenaikan jumlah pasien, yang terlihat sejak Senin hingga Selasa (18/5). Waspada/dok
RSU dr Pirngadi. Pasca Lebaran, hampir semua Rumah Sakit dan Puskesmas mengalami kenaikan jumlah pasien, yang terlihat sejak Senin hingga Selasa (18/5). Waspada/dok

MEDAN (Waspada): Pasca Lebaran, hampir semua Rumah Sakit dan Puskesmas mengalami kenaikan jumlah pasien. Kenaikan ini terlihat sejak Senin hingga Selasa (18/5).

Seperti pernyataan Kasubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM), Rosario D Simanjuntak bahwa jumlah pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut pada Senin (17/5) mencapai 904 kunjungan. Ini disebutkan meningkat dari hari biasanya.

“Ada peningkatan dari hari-hari biasa. Poli paling banyak dikunjungi adalah poli bedah 167 pasien dan poli covid-19 sebanyak 130 pasien, dan sejak kemarin pula semua pelayanan sudah berjalan maksimal,” ujar Rosario kepada Waspada.

Sama halnya yang dikatakan oleh Kepala Puskesmas Bestari, dr Indra Gunawan juga mulai Senin kemarin dinyatakan ada peningkatan pasien, naik 10 persen dari sebelumnya.

“Tidak begitu banyak memang hanya 10 persen saja. Keluhan pasien pun sama seperti tahun sebelumnya, yaitu penyakit yang umum-umum saja akibat pola makan di Lebaran tidak teratur,” ungkapnya.

Keluhan pasien katanya yaitu hipertensi, diabetes, gangguan lambung dan infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Katanya setiap tahun keluhan penyakit ini terjadi, karena di hari Idul Fitri yang terdapat banyak makanan, sehingga masyarakat lepas kendali.

“Jadi ada peningkatan kasus hipertensi dan diabetes, lambung. ISPA itu muncul karena kecapekan berhari raya, masyarakat kecapean wara-wiri di hari raya,” katanya.

Untuk pengobatan khusus pasien mengidap ISPA, pihaknya tetap waspada, jika ada mengarah ke kasus covid-19, maka pihaknya akan melakukan swab terhadap pasien.

Ia meminta masyarakat harus menjaga kebersihan, konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna jangan berlebih-lebihan.

Kemudian prokes tetap dijaga, jangan lupa pakai masker kemana-mana.

Selain Puskesmas Bestari, Puskesmas Polonia juga mengalami peningkatan pasien.

Begitu juga di sini penyakit hipertensi, diabetes dan lambung mendominasi penyakit yang dialami pasien.

Beberapa Penyakit Akan Muncul

Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan (IAKMI) Sumut, Destanul Aulia sebelumnya memprediksi bahwa beberapa penyakit akan muncul.

Di antaranya diare, ini katanya disebabkan faktor minuman dan makanan yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan.

Biasanya pada hari raya tersedia banyak pilihan menu makanan dan minuman saat silaturahmi, yang terkadang disajikan dalam waktu cepat dan kondisi fisik tubuh yang terkejut.

Itu karena 1 bulan penuh berpuasa dan juga biasanya para asisten rumah tangga yang terbiasa masak untuk kebutuhan rumah tangga dan saat ini sedang berada di kampung halaman, sehingga membeli makanan siap saji menjadi pilihan.

Kemudian munculnya ISPA yang ditandai dengan sesak napas dan batuk.

Hal ini terjadi karena pada hari raya idul fitri biasanya mobilitas yang sudah menjadi budaya menjadi tinggi.

Mobilitas ini menyebabkan udara di sekitar kita menjadi tidak segar, apalagi kalau itu dibuat di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang tidak baik, sehingga penularan penyakit lewat udara sangat rentan terjadi.

Penyakit maag dan asam lambung merupakan penyakit yang dominan juga muncul disebabkan karena frekuensi makan dan jenis makanan yang dimakan pada hari raya yang memicu penyakit ini.

Kolesterol dan kadar gula. Frekuensi dan jenis makanan yang mengandung gula dan kandungan lemak jahat akan meningkatkan faktor pemicu penyakit yang dapat menyebabkan penyakit jantung, strok dan hipertensi.

Begitu juga penyakit tenggorokan karena bahan makanan yang sangat sensitif dapat menyerang tenggorokan, sehingga terasa panas dan gatal yang dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan demam tinggi.

“Dari kelima penyakit tersebut gejalanya juga dapat menyerupai gejala covid-19, sehingga perlu diwaspadai pihak rumah sakit dalam melakukan diagnosis, karena dapat berisiko untuk kesehatan masyarakat baik bagi petugas ataupun masyarakat sekitar,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya dari IAKMI berharap kesiapan provider (puskesmas, klinik dan rumah sakit), termasuk nakes dapat menjalankan tugas dengan sepenuh hati, terutama manajemen rumah sakit dalam menyiapkan stok dan kebutuhan pasien.

Itu karena dipastikannya terjadi lonjakan penyakit dan ini adalah fenomena yang biasa terjadi setiap tahunnya.Hanya, ini di era covid, sehingga protokol covid harus tetap dijalankan.

“Keberadaan ruangan untuk pasien di RS haruslah transparan jangan sampai masyarakat tidak terlayani karena ini juga era Universal Health Coverage semua masyarakat dilayani oleh BPJS. Dokter dan tim medis harus stand by di rumah sakit dan fungsi koordinasi dengan dinas kesehatan harus terjamin untuk memastikan pendataan penyakit di suatu kota atau kabupaten. intinya kesiapsiagaan adalah yang terpenting,” tandasnya. (cbud)

 

  • Bagikan