RM Ayam Bakar Wong Solo Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

  • Bagikan
OWNER RM Wong Solo, H Puspo Wardoyo (kiri) giat berbagi di tengah wabah Covid-19. RM Wong Solo bertahan di tengah pandemi Corona. Waspada/Ist
OWNER RM Ayam Bakar Wong Solo, H Puspo Wardoyo (kiri) giat berbagi di tengah wabah Covid-19. RM Ayam Bakar Wong Solo bertahan di tengah pandemi Corona. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Rumah Makan atau RM Ayam Bakar Wong Solo bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19, bahkan tidak ada merumahkan karyawannya.

“Ada strategi mengapa RM Ayam Bakar Wong Solo bertahan di tengah pandemi Covid-19,”kata Owner RM Ayam Bakar Wong Solo, H Puspo Wardoyo, di Medan, Selasa (14/4).

Pengusaha Muslim dengan semboyan halalan thayyiba ini, menyebutkan, di tengah krisis ekonomi sekarang ini, dia malah semakin rajin bersedekah.

Tidak semata-mata berkaitan dengan ajaran agama Islam, tapi merupakan bagian dari strategi bisnis dengan pendekatan humanis.

“Sudah pasti pendapatan kami menurun drastis. Karena tak boleh ada pesta dan keramaian. Namun sampai saat ini, dan semoga seterusnya, belum ada karyawan yang saya PHK kan,” katanya.

“Malah saya akan mempercepat pembayaran THR kepada karyawan, supaya mereka bertahan dan ekonomi Indonesia tidak semakin goyah,” lanjutnya.

Ditambahkannya, untuk menutupi kerugian mereka dalam beberapa bulan terakhir ini, ia harus mengeluarkan uang dari kantong pribadinya.

Semua itu ia lakukan untuk menunjukkan kepada pemerintah dan masayarakat bahwa tidak perlu takut menerapkan strategi lockdown.

Sebab, para pengusaha dan orang-orang kaya sepatutnya berada di belakang pemerintah.

Memaksa

Pemerintah, sambung Puspo, berhak “memaksa” orang-orang kaya itu supaya membantu masyarakat yang sedang susah.

Memang, sekarang ini ada pengusaha atau orang kaya yang bergerak sendiri-sendiri membantu masyarakat. Gelombang ini akan lebih terasa daya bantunya bila dihimpun pemerintah.

“Terus terang, jika kebijakan yang diterapkan seperti ini, maka boleh jadi wabah ini akan berkepanjangan.

Mungkin pengusaha hanya bisa tahan 1-2 bulan ke depan. Makanya, jika pengusaha berharap agar kondisinya dapat cepat stabil, mereka secara sungguh-sungguh harus ikut membantu pemerintah.

“Mari berbagi. Jangan hanya mau untung sendiri saja. Ini masalah kita semua, masalah kemanusiaan,” tegas Puspo.

Puspo berkali-kali menegaskan bahwa pil pahit lockdown ini tidak akan menakutkan, karena banyak sekali orang kaya di Indonesia, yang kalau sedikit saja mau berbagi, maka kesulitan lockdown akan dapat diatasi.

Dikatakannya bahwa Wong Solo Group bersedia membantu dengan menyediakan makanan bagi 100-300 orang yang tidak mampu secara ekonomi. (m37)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *