Waspada
Waspada » Remote Audit Solusi Uji Validitas Dokumen
Medan

Remote Audit Solusi Uji Validitas Dokumen

PEMERHATI Informasi Manajemen pemerintahan Dr Eriadi SE MSI, AkCA, CMA, CBV. CERA, CIBA. Remote audit atau audit jarak jauh dinilai menjadi solusi uji validitas dokumen di era new normal Covid-19. Waspada/Ist
PEMERHATI Informasi Manajemen pemerintahan Dr Eriadi SE MSI, AkCA, CMA, CBV. CERA, CIBA. Remote audit atau audit jarak jauh dinilai menjadi solusi uji validitas dokumen di era new normal Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Remote audit atau audit jarak jauh dinilai menjadi solusi uji validitas dokumen di era new normal Covid-19.

Remote audit jadi solusi uji validitas dokumen di tengah pemberlakuan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Kehadiran pemeriksaan jarak jauh ini dapat megatasi hambatan proses pelaksanaan audit dalam rangka mendapatkan bukti dokumen yang cukup.

Demikian Pemerhati Informasi Manajemen pemerintahan Dr Eriadi SE MSI, AkCA, CMA, CBV. CERA, CIBA (foto) berbicara kepada Waspada, Rabu (24/6).

Dia merespon langkah menangani kebutuhan audit di masa pandemi.

Dijelaskan Eriadi, penggunaan remote audit merupakan metode audit yang memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi, dengan analisa data untuk menilai keakuratan data keuangan dan kontrol internal.

Dengan mengumpulkan bukti elektronik dan berinteraksi dengan klien. Jadi, semua pekerjaan dilakukan tanpa perlu hadir secara fhisik sebagai bentuk validasi dokumen.

Terutama saat pemberlakuan protokol kesehatan di masa pandemi menyebabkan hambatan proses pelaksanaan audit dalam rangka mendapatkan bukti yang cukup.

Protokol kesehatan juga membatasai penerapan beberapa teknik audit yang membutuhkan pengamatan fisik sebagai bentuk uji validitas dokumen.

Dengan situasi protokol kesehatan ini, juga membatasi para auditor melakukan perjalanan jarak jauh untuk berinteraksi dengan semua pihak terkait dengan pemeriksaan.

Pedoman

Menurut Eriadi, bila mengacu pada dewan standar audit internasional yang memberikan pedoman bagi auditor di masa pandemi.

Hal ini terkait pemenuhan bukti, kelangsungan usaha, penggunaan pertimbangan profesional dan analisis risiko.

Hal ini juga menjawab kebutuhan metode audit dimasa pandemi Covid.

“Dengan situasi pemerintahan di era pandemi ini, kita menggagas dikenalkannya metode aternatif audit yang dikenal sebagai remote audit (audit jarak jauh).

Remote audit ini juga, lanjut Eriadi, mendukung proses audit di masa pandemi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Meskipun dianggap sebagai suatu solusi alternatif audit di masa pandemi, remote audit membutuhkan pemenuhan persyaratan dukungan.

Baik kesiapan sarana teknologi dan kemampuan sumber daya manusia, baik dari sisi institusi pemeriksaan maupun pihak yang diperiksa seperti pemerintah dan pemerintah daerah.

Namun tuntutan era new normal mewajibkan pemerintah dan pemerintah daerah membangun sistem pelaporan dan kinerja berbasis elektronik secara menyeluruh dan memberi ruang akses yang cukup dalam proses audit.

Soal anggaran remote audit ini, Eriadi mengatakan,  tidak membutuhkan aplikasi tertentu dan tidak membutuhkan biaya besar, karena hanya berubah metodologinya.

“Tidak ada tambahan anggaran tapi justru menghemat anggaran. Semua konsep yang saya tawarkan adalah cara dan solusi yang tidak membutuhkan biaya besar untuk kebaikan pemerintah daerah,” katanya.

“Justru era pandemi ini, maka perlu diviralkan gagasan-gagasan baru yang hemat dan bermutu,” tutupnya. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2