Rekon Pembunuhan Gara-gara Beli Sabu

Rekon Pembunuhan Gara-gara Beli Sabu

  • Bagikan
TERSANGKA saat menikam korban dalam adegan rekonstruksi di Polsek Medan Area. Polisi menggelar rekon pembunuhan gara-gara sabu. Waspada/Rudi Arman
TERSANGKA saat menikam korban dalam adegan rekonstruksi di Polsek Medan Area. Polisi menggelar rekon pembunuhan gara-gara sabu. Waspada/Rudi Arman

MEDAN (Waspada): Polsek Medan Area melakukan rekon kasus pembunuhan gara-gara beli sabu, yang menewaskan Husnul Nasution, 47, warga Dusun XV, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan di Mapolsek, Senin (24/2) siang.

Ada 16 adegan dalam rekon pembunuhan gara-gara beli sabu, yang dipimpin Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago didampingi penyidik.

Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan, tersangka WC, 35, warga Jl. Rawa Cangkuk Gang Arab, Kec. Medan Denai, pengacara tersangka dan kekuarga almarhum Husnul.

Adegan dimulai, tersangka WC dan adiknya TC (DPO) bertemu dengan dengan korban di Gang Arab untuk membahas pembelian sabu seharga Rp50 ribu.

Namun karena uang tersangka WC kurang, korban marah dan menampar pipi kanan tersangka. Hal itu dilihat oleh TC hingga terjadi cekcok mulut.

Selanjutnya, saksi Razali melintas di lokasi dan melihat pertengkaran itu. Korban lalu berlari, kedua tersangka mengejarnya. WC mengeluarkan pisau dari saku celananya.

Tak jauh dari lokasi korban terjatuh dengan posisi tubuh terlentang karena menabrak sepedamotor yang terparkir di depan rumah saksi Sandika.

TC memukul wajah korban serta memiting lehernya sembari memanggil dan menyuruh abangnya untuk menikam korban. WC menikam rusuk korban tepat di bawah ketiak kiri hingga 2 kali.

Setelah itu, kedua tersangka berlari meninggalkan lokasi menuju Gang Arab. Saksi Razali bertanya kepada WC, dan tersangka mengaku dipukul korban.

Kabur

Kedua tersangka selanjutnya kabur. Korban yang bersimbah darah langsung berdiri lalu berjalan sembari meminta tolongan, lalu bersandar di tembok rumah warga.

Tak lama korban kembali berjalan menuju Jl. Rawa Cangkuk I, dan langsung terjatuh di pinggir jalan.
Korban sudah tidak berdaya lagi, dan warga membawa korban ke RS

Muhammadiyah dengan menumpangi becak motor. Namun pihak rumah sakit merujuk korban ke RS Bhayangkara Medan.

Setibanya di rumah sakit, dokter mengatakan korban telah meninggal.

Sedangkan tersangka WC melarikan diri ke Jl. Juanda, lalu menyimpan pisau lipat di atap rumah kosong.

Tersangka selanjutnya menumpangi becak motor menuju Amplas. Selanjutnya WC menaiki angkutan umum menuju jurusan Lubukpakam.

WC kemudian bersembunyi di satu rumah Desa Sekip Gang Sempurna, Kec. Lubukpakam. Tersangka berhasil dibekuk personil Reskrim Polsek Medan Area dan membawanya ke Medan untuk mencari barang bukti pisau.

Setelah pisau ditemukan, tersangka diboyong ke Mako guna diproses sesuai hukum yang berlaku

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago mengatakan, rekon ini dilaksanakan untuk melengkapi berkas tersangka yang nantinya akan dikirim ke JPU dan selanjutnya disidangkan.

Sedangkan seorang tersangka lagi masih dalam pengejaran petugas.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 340 Subs 338 Ayat (1) Jo Pasal 170 Ayat (2) ke 3 Jo Pasal 351 Ayat (3) dari KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara di atas 10 tahun,” kata Kapolsek.

Sebelumnya, cekcok saat hendak membeli narkoba jenis sabu, abang beradik masing-masing berinisial WC dan TC, 20, keduanya warga Jl. Rawa Cangkuk Gang Arab, Kec. Medan Denai tega menghabisi nyawa Husnul Nasution, 47, warga Dusun XV Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan, Kamis, 26 Desember 2019 malam.

Personil Reskrim Polsek Medan Area yang mendapat informasi adanya korban pembunuhan tersebut akhirnya mengamankan WC di satu rumah Jl. Sekip Gang Sempurna, Kecamatan Lubukpakam. (m39)

  • Bagikan