Rayakan Hati Kartini LPDS Gelar Virtual Class Setara Gender

Rayakan Hati Kartini, LPDS Gelar Virtual Class Setara Gender

  • Bagikan
PESERTA kegiatan diskusi dari berbagai element termasuk media. Rayakan Hati Kartini LPDS gelar Virtual Class setara gender. Waspada/Ist
PESERTA kegiatan diskusi dari berbagai element termasuk media. Rayakan Hati Kartini LPDS gelar Virtual Class setara gender. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kegiatan Virtual Class LPDS memperingati Hari Kartini 2021 membahas setara gender dan peran perempuan masa pandemi Covid-19.

Kegiatan berlangsung, Rabu(21/4) dengan pembicara Uni Lubis Pimred IDN Times dan Rima Novianti selaku Direktur Operasional PT Pelabuhan Indonesia II Persero.

Dalam paparannya, Uni Lubis menyebutkan bahwa perjuangan setara gender di media belum tuntas. Bahkan masih perlu diperjuangkan.

Menurutnya, jurnalis perempuan memiliki beban ganda, di mana harus memperjuangkan kesetaraan gender di lingkungan profesi dan pekerjaanya, dan di masyarakat.

“Perjuangan setara gender di media masih sulit,” kata Uni Lubis.

Faktanya, lanjut dia, kerja dan perjuangan jurnalis perempuan belum didukung ekosistem, baik di rumah (keluarga) maupun di kantor. Belum semua kantor memberikan dukungan kepada jurnalis perempuan secara memadai.

Termasuk soal keamanan dari pelecehan seksual. “Ini salah satu dari hasil survei yang dilakukan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) dengan responden jurnalis perempuan dari 8 provinsi di Indonesia yaitu: Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Papua, Papua Barat, dan Jatim, pada bulan Februari-Maret 2019 lalu.

Survei ini dilakukan oleh FJPI untuk Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) guna menyambut World Press Freedom Day 3 Mei 2019. Selain mengalami pelecehan seksual baik dari rekan kerja, maupun saat meliput di lapangan, jurnalis perempuan masih dianggap tidak kapabel dalam meliput hard news, termasuk isu politik,” katanya.

Kepentingan Bisnis

Ditambahkannya, meskipun kian banyak perempuan menduduki posisi senior, bahkan menjadi pemimpin redaksi, belum tentu mereka bisa membendung dominasi pengaruh pemilik maupun pemimpin perusahaan media yang masih didominasi laki-laki.

Studi yang dilakukan di Eropa pada tahun 2018, menunjukkan hanya 16 persen perempuan menjadi kepala eksekutif (CEO) di perusahaan media.

Kepentingan bisnis membuat ruang redaksi sering harus tunduk kepada pemilik, termasuk dengan risiko mengorbankan keberpihakan terhadap perempuan dalam produksi konten editorial maupun komersial. Di sini ada hambatan cara berpikir.

“Namun semua keinginan tentang terwujudnya setara gender ini harus diperjuangkan, bukan saja oleh kaum perempuan tapi juga laki-laki. Terhadap LPDS juga bisa melanjutkan pelatihan tentang setara gender,” ungkapnya.

Sedangkan pembicara Rima Novianti selaku Direktur Operasional PT Pelabuhan Indonesia II Persero menjabarkan 57 persen perempuan mengalami stres dan cemas akibat pandemi covid.

Maka, sangat perlu menggiatkan keterampilan diri dan beraktivitas sekalipun berada di rumah. Sedangkan terkait setara gender dia juga berpendapat tidak ada yang dirugikan jika hal ini itu dilaksanakan. (m22)

  • Bagikan