Rayakan Hari Remaja Internasional YPI Gelar Webinar

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Merayakan Hari Remaja Internasional pada Kamis(12/8), Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) menggelar webinar bersama pemuda Indonesia yang hadir dari berbagai daerah.

Adapun tema diskusi saat webinar, Remaja Indonesia Memantau dengan hati membahas Kawasan Tanpa Rokok(KTR) yang menghadirkan 2 narasumber remaja berprestasi.

Yakni, Muhammad Iqbal Darmawan, Grand Finalis The New L-Man of Year 2020 dan Duta Muda Asean untuk Indonesia.

Kemudian, Anggi Maisarah Finalis wanita Muslimah, yang kini aktif menggalang remaja menjadi sahabat pantau KTR ( Kawasan Tanpa Rokok).

Diskusi yang dipandu oleh Nina Samidi dari Komnas Pengendalian Tembakau, menghadirkan sekar 90 peserta yang hadir dari berbagai daerah. Baik dari Jakarta, Medan, Lombok, Gorontalo, Bali, Sawahlunto, Solo, Palembang dan lainnya.

Dalam paparannya, Iqbal Dermawan mengakui ia punya pengalaman tidak enak ketika di kafe harus terkena asap dari pengunjung.

Meski tidak enak hati mendapat paparan asap rokok, tetapi ia punya trik untuk mengajak pengunjung kafe menghargai orang yang tidak ingin terkena paparan asap rokok.

“Saya biasanya membawa permen dan snack, dan saya coba berkomunikasi dengan si perokok dan menggantikannya dengan permen dan snack,” ujarnya.

Begitupun, dia bersyukur dengan adanya aplikasi pantau KTR ini. Karena banyak orang yang tidak ingin terpapar asap rokok bisa melakukan aksinya.

“Gerakan ini memang harus dilakukan bersama sama dan secara masif, ini untuk terwujutnya Indonesia yang sehat,” ujar Iqbal seraya mengajak pemuda untuk melakukan gerakan bersama.

Aplikasi Pantau KTR

Pembicara, Anggi Maysarah, yang saat ini gencar mengajak anak muda untuk membuat gerakan pengendalian dampak rokok menjelaskan, bahwa aplikasi pantau KTR ini tujuannya untuk melaporkan tempat kawasan tanpa rokok yang ternyata justru masih dilanggar.

“Selain pelanggaran aplikasi pantau KTR juga bisa memberikan apresiasi bagi wilayah yang sudah menerapkan KTR,”ungkapnya.

Anggi berharap Aplikasi ini bisa dimanfaatkan anak-anak muda yang selama ini ‘silent’, akan tetapi sebenarnya gerah dengan orang yang tidak menerapkan KTR. “Ini saatnya anak anak muda ikut bergerak,” ujarnya

Aplikasi ini disambut Sarah, peserta asal Jakarta. Ia mengakui sejak tahun 2017 ia bersama pemuda penggerak sudah melakukan gerakan untuk menjadi kampus mereka menerapkan KTR.

“Mudah mudahan melalui aplikasi ini, penerapan KTR di kampus segera terwujud,” ujarnya.

Diakhir sesi acara, forum ini membuat pernyataan bersama.
Yakni: Kami Remaja Indonesia, dengan ini menyatakan siap berkontribusi dalam memajukan kesehatan melalui implementasi Kawasan Tanpa Rokok dengan aplikasi Pantau KTR.(m22)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.