Waspada
Waspada » Resah Premanisme, Ratusan Karyawan Pabrik Terancam Dirumahkan
Medan

Resah Premanisme, Ratusan Karyawan Pabrik Terancam Dirumahkan

TRUK milik perusahaan saat melewati jalan yang dipasang portal di kawasan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli. Resah premanisme, ratusan karyawan pabrik terancam dirumahkan. Waspada/Ist
TRUK milik perusahaan saat melewati jalan yang dipasang portal di kawasan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli. Resah premanisme, ratusan karyawan pabrik terancam dirumahkan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ratusan karyawan pabrik di Jl. Kol Yos Sudarso Gang Perwira, Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli terancam dirumahkan. Pasalnya, dengan mengatasnamakan masyarakat, beberapa pemuda yang disebut-sebut oknum preman kerap memalak dan mematikan usaha pabrik, Senin (11/1).

“Semua izin sudah kita lengkapi, pabrik kita pun sudah puluhan tahun beroperasi malah sudah 40 tahun. Tapi karena ulah beberapa orang yang mengatas namakan warga nyaris menghentikan usaha kami,” ujar salah seorang pengusaha, Kasim.

Kasim mengaku resah  dengan aksi “premanisme” beberapa orang di wilayah pabriknya.

Kasim menambahkan, akibat ulah beberapa orang di wilayah pabriknya, ratusan karyawan pabrik terancam dirumahkan, karena kesulitan bahan baku.

“Bagaimana kita bisa kerja, bahan baku tidak bisa masuk karena kontainer kita yang sebulan sekali dihadang beberapa orang pemuda ini. Jika terpaksa, mungkin kita akan merumahkan seluruh karyawan,” tambahnya.

Disebutkannya, sudah beberapa kali mediasi dengan muspika setempat seperti Polsek Labuhan, Polres Pelabuhan Belawan, Camat Medan Deli, Kelurahan tapi tidak pernah ada jalan keluarnya.

“Terpaksa kita lapor ke Bapak Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin,” keluh Kasim kepada wartawan, Senin (11/1).

Selain melapir kepada Kapoldasu, pihak perusahaan juga sudah mengirim surat keberatan aksi premanisme ke Polres Pelabuhan Belawan pada Nopember 2020.

Di lokasi terpisah, salah seorang karyawan yang juga pengurus PUK  CV Industri Malaka, Sri membenarkan adanya penghadangan terhadap truk kontainer yang membawa bahan baku yang dilakukan beberapa orang pemuda yang mengatas namakan warga.

“Orang yang mengganggu itu-itu saja, ada sekitar 7 orang. Akibat penghadangan itu terpaksa kami pernah harus beramai-ramai turun ke jalan. Oknum Kepling pun ikut-ikutan menghadang kontainer mengatasnamakan warga. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Ketua PUK CV Industri Malaka, M Khaidir berharap tidak ada lagi penghadangan terhadap bahan baku yang akan masuk ke dalam pabrik.

“Saya harap tidak ada lagi penghadangan truk kontainer lagi agar kami dapat bekerja lagi. Dan semoga Bapak Kapoldasu dan Kapolres Pelabuhan Belawan segera merespon keluhan yang sudah kami sampaikan,” harapnya mengakhiri.(m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2