Rapid Test Dan Swab Bagi Pasien Baru Masuk Rumah Sakit Wajib

Rapid Test Dan Swab Bagi Pasien Baru Masuk Rumah Sakit Wajib Dilakukan

  • Bagikan
COVID-19. Rapid test dan swab bagi pasien baru masuk rumah sakit wajib dilakukan. Ilustrasi
COVID-19. Rapid test dan swab bagi pasien baru masuk rumah sakit wajib dilakukan. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Kasus Covid-19 yang terus bertambah hingga saat ini memicu berbagai ketakutan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit. Untuk diketahui, rapid test dan tes usap (swab) bagi pasien baru masuk rumah sakit wajib dilakukan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Medan dr. Mardohar Tambunan ketika diminta tanggapannya terkait perihal tersebut  mengatakan, rapid test dan swab bagi pasien baru masuk rumah sakit wajib dilakukan.

“SOP RS di masa pandemi sekarang memang seperti itu, karena tidak ada yang bisa tahu pasien itu terpapar Covid-19 atau tidak, nanti kalau dokternya kena gimana? Siapa yang bertanggungjawab. Makanya itu terlebihdahulu dibuat surat pernyataan oleh pihak rumah sakit,” kata Mardohar, Rabu (16/12).

Dia menjelaskan, virus Corona penyebab Covid-19 itu seribu wajah yang tugas utamanya membekukan darah.

“Jadi wajar saja walaupun keluhannya sakit lambung, apapun tiba-tiba masuk jadi positif Covid-19 jika dia tertular. Jika tidak, iya maka pasien tadi diobati sesuai dengan penyakitnya saja. Kalau dia memang terjangkit DBD murni tetap diobati secara DBD murni saja. Tapi tetap pertama masuk harus rapid test dan swab,” ungkapnya.

Wajar

Menurutnya, melakukan swab kepada pasien merupakan hal wajar, mengingat sudah ratusan tenaga medis yang meninggal karena terpapar Covid-19.

“Kalau tidak di swab, ternyata pasien terpapar Covid-19, akibatnya tenaga medis ikut terpapar. Nah, yang bertanggungjawab itu siapa? Kejadian seperti itu bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali karena masyarakat tertutup menyampaikan kondisi kesehatan kepada dokter, apakah dia berinteraksi dengan orang Covid atau tidak. Makanya dibuatlah SOP nya harus Rapid tes dan swab,” imbuhnya.

Begitupun, dia yakin tidak semua pasien yang masuk ke RS harus diswab. “Misalnya, untuk menyatakan dia dugaan Covid-19 itu ada 10 kriteria, seperti batuk, demam, hilang penciuman, dan lain-lain. Dari 10 kriteria itu, ada 7 yang menjadi keluhan pasien. Maka tidak salah pasien diswab. Apalagi ini memang pandemi, jadi boleh disodorkan pernyataan itu, tapi kalau tidak pandemi kita pun marah,” ungkapnya.

Terkait isu RS mengcovidkan pasien sehingga masyarakat takut berobat, dia meminta untuk menunjukkan RS yang ditangkap karena mengcovidkan pasien. “Nggak ada kan? Ya udah, jangan termakan hoaks,” katanya.

Dia juga menambahkan, pasien yang sudah keluar dari RS maka tidak ada lagi pembiayaan yang dibayarkan pemerintah. “Tidak ada lagi kewajiban pemerintah,” imbuhnya. (m26)

  • Bagikan