Waspada
Waspada » Putusan Rehab Dianulir, Terdakwa Pemilik Narkotika Dibui 4 Tahun
Medan

Putusan Rehab Dianulir, Terdakwa Pemilik Narkotika Dibui 4 Tahun

TERDAKWA saat bersidang di PN Medan beberapa waktu lalu. Putusan rehab dianulir, terdakwa pemilik narkotika dibui 4 tahun. Waspada/ist
TERDAKWA saat bersidang di PN Medan beberapa waktu lalu. Putusan rehab dianulir, terdakwa pemilik narkotika dibui 4 tahun. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum terdakwa Sugianto alias Aliang selama 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara. Ia dinyatakan terbukti bersalah terkait kepemilikan narkotika jenis ekstasi.

Hukuman tersebut sekaligus menganulir putusan rehabilitasi 6 bulan yang diberikan Pengadilan Negeri (PN) Medan kepada warga Jl. Sutrisno, Kel. Kota Matsum III Kec. Medan Kota/Jl. Brigjen Hamid, Kel. Titikuning Kec Medan Johor tersebut.

PT Medan menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membatalkan putusan PN Medan Nomor: 2855/Pid.Sus/2020/PN Mdn, tanggal 28 Januari 2020.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Sugianto alias Aliang selama 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara. Memerintahkan agar terdakwa segera ditahan,” ujar Hakim Ketua, Agung Wibowo sebagaimana tertuang di laman PT Medan.

Putusan itu diketok pada 25 Agustus 2020 dengan Nomor: 894/Pid.Sus/2020/PT MDN.

Menyikapi. Menanggapi putusan rehab yang akhirnya dipidana penjara itu, praktisi hukum Kota Medan Marcos Kaban SH berpendapat, agar terdakwa segera menyerahkan diri dan menghormati putusan majelis hakim PT Medan dan jaksa segera mengeksekusi terdakwa.

“Jaksa penuntut umum harus segera eksekusi dan melakukan penahanan, dan menghormati supremasi hukum di muka bumi ini, sehingga tidak ada pembiaran bagi para terdakwa kasus narkoba yang bisa membuat rusak generasi muda bangsa dan negara,” ucapnya kepada wartawan, Senin (11/4).

Ia menyampaikan, bila nanti jaksa tak kunjung melakukan eksekusi terdakwa, sikap jaksa tersebut, kata dia, patut dipertanyakan dan bisa saja dilakukan pemeriksaan oleh jaksa bagian pengawasan.

“Jaksanya bisa diperiksa, jika terbukti menyalahgunakan jabatan atau wewenang, maka harus ditindak tegas dan segera diproses. Hukum tetap harus ditegakkan dan profesional serta tidak tebang pilih” tegasnya.

Vonis Rehabilitasi

Sebelumnya di PN Medan, Hakim Ketua Tengku Oyong memvonis rehabilitasi selama 6 bulan terdakwa Sugianto, di Klinik Ketergantungan Napza Setia Budi Jl Setia Budi No 94 I Medan, pada 28 Januari 2020.

Dakwaan JPU sebelumnya menyebutkan, terdakwa pada 27 Agustus 2019 sekitar pukul 10.30, datang ke Kantor KTV Electra, Jl. Komplek CBD Polonia dan masuk ke dalam ruangan kerjanya. Saat itu, terdakwa menyimpan barang haram tersebut di ruang kerjanya.

Petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat bahwa terdakwa menyimpan narkotika dan petugas menuju ke ruangan terdakwa yang saat itu sedang duduk.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di lokasi tersebut dan menemukan satu lembar amplop warna putih berisi pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk ketamin seberat 1,36 gram. (m32)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2