Waspada
Waspada » Putusan Pembelajaran Tatap Muka Setelah 1 Januari 2021
Medan

Putusan Pembelajaran Tatap Muka Setelah 1 Januari 2021

GUBSU Edy Rahmayadi, saat menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Guru Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP). Putusan pembelajaran tatap muka dimulai setelah 1 Januari 2021. Waspada/Ist
GUBSU Edy Rahmayadi, saat menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Guru Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP). Putusan pembelajaran tatap muka dimulai setelah 1 Januari 2021. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, mengaku belum bisa memutuskan apakah akan kembali membuka pembelajaran tatap muka di sekolah. Keputusan tentang hal itu baru akan diambil setelah dilakukan pembahasan pada 1 Januari 2021.

Pernyataan itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi, usai dia menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada pada Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2020, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Rabu (25/11). Kegiatan itu dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan, Jl  SM Raja.

Diakui Edy Rahmayadi, saat ini banyak menjadi pertanyaan dari guru dan murid tentang kapan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah dibukan kembali. Terlebih setelah ada kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang membolehkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka mulai awal tahun depan.

Untuk hal ini, menurut Edy Rahmayadi, pihaknya belum bisa memutuskan. Dia merencanakan akan melakukan pembahasan dengan semua pihak yang berkepentingan pada tanggal 1 Januari 2021. ‘’Nanti nanti kita bicarakan dulu dengan orang-orang yang berkepentingan. Setelah itu baru diputuskan,’’ katanya.

Membangun Akhlak

Sementara itu, dalam sambutannya pada Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, hehadiran guru dalam membangun negara, diharapkan tidak hanya mengutamakan akademik, tapi guru harus mampu membangun akhlak dan kecerdasan muridnya.

Sementara Pemprovsu akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan, terutama guru honorer.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, hendaknya Peringatan Hari Guru tahun ini dijadikan momentum seluruh guru agar memberikan pendidikan yang tepat kepada muridnya. Bukan hanya mengutamakan akademik, tetapi guru diharapkan juga mampu membangun akhlak dan kecerdasan muridnya, agar menjadi generasi yang mampu membangun negara. ’

’Ini merupakan bagian dari tema Hari Guru Nasional tahun ini Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar,’’ katanya.

Menurut Edy Rahmayadi, yang utama harus diajarkan guru kepada para murid adalah akhlak. ‘’Sehingga anak yang cerdas, anak yang taat kepada negara, kepada orang tuanya, akan membesarkan bangsa ini,” tambahnya.

Perhatian

Sementara itu, untuk kesejahteraan, terutama guru honorer, disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi, masih menjadi perhatian Pemprovsu. Setelah menaikkan gaji guru honorer dari Rp40.000 menjadi Rp90.000/jam pelajaran, berikutnya Pemprovsu akan berupaya membuat kebijakan yang berpihak kepada guru honorer.

“Kita akan lakukan perbaikan berangsur. Tahap pertama kita sudah menaikkan menjadi Rp90 ribu per jam. Kedepan, Insya Allah, kita bisa terus memberikan kesejahteraan kepada guru honorer,” kata Edy Rahmayadi.

Selain guru honorer, Edy Rahmadi mengatakan, Pemprovsu akan membuat kebijakan terkait Sumbangan Pembina Pendidikan (SPP). Pemprov akan memberikan subsidi untuk SPP di tahun 2021 sebesar Rp35.000.

“Awalnya kita ingin memberikan subsidi Rp50.000 per orang. Ttetapi karena Covid-19, keuangan kita hanya mampu Rp35.000. Apabila SPP nya itu Rp100.000 dipotong Rp35.000. Kalau SPP nya Rp25.000, berarti menjadi free (gratis),” terang Edy.

Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2020 dan HUT ke-75 PGRI kali ini tidak seperti biasanya, hanya ada sekitar 40 guru yang diundang untuk menghadiri upacara. Hal ini dikarenakan penyebaran Covid-19 di Sumut masih terjadi. (m07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2