Puspo Ajak Pengusaha Berdonasi Untuk Rakyat

Puspo Ajak Pengusaha Berdonasi Untuk Rakyat

  • Bagikan
KEGIATAN di RM Wong Solo. Pengusaha RM Wong Solo, Puspo Wardoyo ajak pengusaha derdonasi untuk rakyat guna meringankan beban akibat pandemi Covid-19. Waspada/Ist
KEGIATAN di RM Wong Solo. Pengusaha RM Wong Solo, Puspo Wardoyo ajak pengusaha derdonasi untuk rakyat guna meringankan beban akibat pandemi Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN(Waspada): Pengusaha RM Wong Solo, Puspo Wardoyo mendukung gerakan lockdown (pembatasan akses) sebagai cara terbaik menyelesaikan virus Covid 19, dan ajak pengusaha berdonasi untuk rakyat.

Meski dukung lockdown, langkah Puspo ajak pengusaha berdonasi untuk rakyat dinilai lebih baik ketimbang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini disampaikannya saat temu pers dengan sejumlah media di RM Wong Solo Jl Gajah Mada Medan, Sabtu (11/4).

Menurut Puspo Wardoyo,  pandemi Covid-19 yang telah berlangsung 2 bulan di Indonesia ini berpengaruh besar terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Hampir semua bisnis mengalami goncangan yang luar biasa, termasuk bisnis kuliner.

Di samping daya beli masyarakat yang turun, PHK terjadi dimana-mana, ketakutan dari masyarakat akan tertular Covid-19 dan juga aturan dari pemerintah.

Seperti PSBB,  semi lockdown membuat penjualan turun sampai 90%.

Kondisi seperti ini tentu membuat para pengusaha kuliner khawatir, baik terhadap keberlangsungan bisnisnya maupun masa depan karyawan.

“Maka, kebijakan pemerintah untuk PSBB kurang tepat, karena masyarakat tetap beraktivitas walaupun tidak seperti biasanya,” katanya.

PSBB menjadi tidak begitu efektif, karena aktivitas masyarakat masih berjalan walau  tidak seperti hari biasa.

“Akibatnya, roda bisnis juga tidak berjalan, dan tidak ada kepastian pandemi ini akan berakhir,”paparnya.

Maka,sambung dia,  lockdown total sebenarnya menjadi satu-satunya solusi dalam pandemi ini.

Diselesaikan Bersama

Menurut Puspo Wardoyo,  untuk memberlakukan lockdown tidak hanya menjadi domain pemerintah yang , melainkan harus diselesaikan bersama seluruh komponen bangsa.

Baik pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat, ulama, dan pemuka agama lainnya.

Menurutnya, permasalahan lockdown yang paling utama adalah masalah makan.

Selama lockdown, harus dijamin bahwa seluruh masyarakat mendapat makanan.

Jika makanan terpenuhi, Insya Allah kondisi akan terkendali dengan baik.

“Istilahnya, berat sama diangkat ringan sama dijinjing, adalah pribahasa yang sangat relevan dengan pandemi covid-19 ini,” ungkapnya.

Pemerintahan yang paling rendah, seperti Ketua Rukun Tangga (RT) nantinya diminta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan agama guna mendata siapa yang mampu dan tidak.

Dari data tersebut, diharapkan yang mampu dapat membantu yang tidak mampu.

Ketika satu RT sudah selesai, maka antara ketua RT harus berkoordinasi agar dalam satu desa dapat terdata dengan baik.

Dengan pola ini yang terus berjenjang ke atas, maka masalah ini dapat diselesaikan dengan bersama-sama.

Pola lockdown ini pernah dilakukan pada masa sahabat, yakni Umar bin Khatib, yang terjadi mulai tahun 600 ke atas. Jadi ini bukan terjadi untuk pertama kalinya.

“Maka, kesertaan pengusaha bantu masyarakat menjamin kebutuhan makan selama lockdown sangat memungkinkan untuk berlangsungnya hidup,” katanya.

“Mari bersama membantu agar virus Covid 19 berakhir dengan lockdown,” ungkapnya.

Saat ini RM Wong Solo ikut andil dalam berbagi rezeki  untuk para TKI yang dikarantina di Lanud Suwondo, Lapangan Cadika, Lubuk Pakam dan PMI Kota Medan.

Pada 9 April telah mendonasikan 1.056 nasi kotak; 10 April sebanyak 2.422; dan 11 April, 1.680 kotak/bungkus.

“Masih akan berlanjut donasi ini,”katanya.

Puspo Wardoyo juga memberi tip suksesnya menjalankan bisnis. Antaranya, jangan takut miskin karena bersedekah, justru bersedekah akan membawa kejayaan.

Berdasarkan beberapa dalil, antaranya, sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo) (Riwayat Imam Thabrani).

Maka bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.

Sabda Rasul SAW “Jagalah harta kamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala cobaan dan bahaya dengan doa serta tawadhu (kerendahan hati)“ (HR. Abu Hurairah (menurut penuturan Murad Khan Hasan). (m37)

  • Bagikan