Puasa Enam Hari Bulan Syawwal Tetap Dianjurkan

Puasa Enam Hari Bulan Syawwal Tetap Dianjurkan

  • Bagikan
IRWANSYAH selaku Sekretaris MUI Provinsi Sumatera Utara Bidang Fatwa. Puasa enam hari bulan Syawwal tetap dianjurkan. Waspada/ist
IRWANSYAH selaku Sekretaris MUI Provinsi Sumatera Utara Bidang Fatwa. Puasa enam hari bulan Syawwal tetap dianjurkan. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Meski hanya sunnah, namun melaksanakan puasa enam hari pada bulan syawwal tetap dianjurkan.

Hal itu disampaikan Irwansyah (foto) selaku Sekretaris MUI Provinsi Sumatera Utara Bidang Fatwa, Senin (17/5).

Dalam keterangannya, Irwansyah menyebutkan, puasa enam hari di bulan Syawwal hukumnya disunnahkan. Kesunahan ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw. Riwayat Imam Muslim yang artinya,

“Siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal,  maka dia seperti berpuasa selama setahun penuh” (HR Muslim).

Melihat begitu besarnya nilai  pahala yang disebutkan dalam hadis tersebut, maka pelaksanaan puasa ini menjadi penting untuk dilakukan.

Ditambahkannya, teks hadis yang menjelaskan fadilah puasa enam hari di bulan Syawwal ini menunjukkan bahwa kesunahan untuk melaksanakan puasa tersebut adalah bagi orang yang melaksanakan puasa  secara sempurna pada bulan Ramadan.

Sesuai teks hadisnya Rasulullah mengatakan “siapa yang berpuasa di bulan Ramadan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal…”

“Oleh karena itu, bagi orang yang tidak berpuasa di Ramadan, atau sengaja meninggalkannya, maka kesunahan ini tidak berlaku untuknya, bahkan dia wajib segera mengganti (meng-qadha) puasa sebanyak hari yang ditinggalkannya,” ujarnya.

Dilanjutkannya, adapun orang yang meninggalkan puasa Ramadan dikarenakan adanya uzur syar’i seperti sakit , dimakruhkan baginya untuk melaksanakan puasa sunat syawwal sebelum dia mengganti puasa yang ditinggalkannya terlebih dahulu. Keterangan ini bisa dilihat dalam Tuhfatul Muhtaj, fi Syarh al-Minhaj, juz XIV, halaman 73).

Setelah Hari Pertama Syawal

Saat ditanya kapan dilaksanakan puasa syawwal? Irwansyah menyebutkan, Puasa enam hari bulan Syawwal tetap dianjurkan setelah hari pertama Syawwal, yakni hari kedua sampai hari ke tujuh.

Akan tetapi bagi yang belum sempat melaksanakannya sampai hari ke tujuh di bulan Syawwal, maka dia juga dapat melaksanakannya sepanjang Syawwal belum  berakhir.

“Puasa ini hukumnya sunat, karenanya orang yang tidak melaksanakannya tidaklah berdosa. Akan tetapi karena fadilah puasa enam hari di bulan Syawwal ini cukup besar, maka merugilah bagi yang mampu dan boleh melaksanakannya, namun tidak memperbuatnya,” sebutnya.

Hal lain disampaikannya, akan tetapi yang perlu diperhatikan, jangan karena ingin mengejar fadilah yang besar puasa Syawwal, lalu mengabaikan kewajiban untuk mengganti puasa yang ditinggalkan.

Perlu dicatat bahwa puasa enam hari di bulan Syawwal adalah sunat, sementara mengganti puasa yang ditinggalkan (qadha) adalah wajib.

Tentu yang wajib lebih didahulukan daripada yang sunat. “Jadi, bagi orang yang masih memiliki hutang puasa yang tertinggal (qadha) kendatipun tertinggal karena ada uzur syar’i hendaknya lebih dahulu menggantinya, baru kemudian melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawwal. Wallahu a’lam,” pungkasnya. (m22)

  • Bagikan