Waspada
Waspada » Program USAID-IUWASH Plus Beri Manfaat Untuk Sumut
Medan

Program USAID-IUWASH Plus Beri Manfaat Untuk Sumut

Gubsu Edy Rahmayadi memberi cenderamata kepada Direktur Kantor Lingkungan Hidup, USAID Indonesia, Matthew Burton dis sela kegiatan. Waspada/Anum Saskia
Gubsu Edy Rahmayadi memberi cenderamata kepada Direktur Kantor Lingkungan Hidup, USAID Indonesia, Matthew Burton dis sela kegiatan. Waspada/Anum Saskia

MEDAN(Waspada): Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melalui program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) telah hadir selama lima tahun di Provinsi Sumatera Utara.

Berakhirnya program ini ditandai dengan penutupan program wilayah Sumatera Utara di Hotel Grand City Hall Medan, Kamis (8/4).

Hadir, Gubsu Edy Rahmayadi, Wali Kota dan Bupati lima kabupaten/kota penerima manfaat dari Iuwash Plus, yakni Kota Medan, Deliserdang,Tebingtinggi, Sibolga dan Pematangsiantar. Serta perwakilan sektor swasta dan masyarakat dari kota dampingan, dan perwakilan pemerintah pusat dan USAID.

Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan terimakasih kepada pihak Usaid Iuwash Plus, yang turut memberikan bantuan dan dukungan kepada lima daerah terkait air bersih.

“Kita menyadari kualitas dan kwantitas air di Sumut perlu pembenahan berkelanjutan. Apalagi sumber air terutama di Kota Medan melimpah dengan adanya 5 aliran sungai.

“Pembenahan dan kesadaran masyarakat untuk ikut serta memelihara sumber air sangat perlu didisplinkan,” kata Gubsu.

Layanan Air Minum Layak

Direktur Kantor Lingkungan Hidup, USAID Indonesia, Matthew Burton, menyebutkan, berdasarkan data capaian Usid Iuwash Plus per April 2021 di Sumatera Utara, sebanyak 130.255 orang mendapat layanan air minum layak melalui sambungan baru PDAM, 50.180.

Di antaranya dari kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan 40 persen terendah (B40).

Selain itu, 59.485 orang mendapat akses sanitasi aman dan 29.400 orang mendapat akses sanitasi layak, 17.480 di antaranya masuk dalam kelompok B40.’ ujarnya.

Disebutkannya, meskipun lima tahun bukan waktu yang panjang, kami melihat kolaborasi erat dengan mitra dan pendekatan unik Usaid Iuwash Plus telah menghasilkan banyak inovasi dan perubahan dalam penyediaan akses air minum dan sanitasi berkelanjutan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok rentan.

Sebanyak 24 regulasi baru telah terbentuk untuk mendukung pembangunan sektor WASH.

Dua dokumen Kajian Kerentanan Mata Air dan Rencana Aksi (KKMARA) yang telah disahkan oleh Wali kota dan Gubernur untuk Mata Air Nagahuta di Kota Pematangsiantar dan Mata Air Sibolangit.

Sebanyak Rp 911.9 milyar Anggaran APBD dan dua kemitraan sektor swasta telah dihasilkan untuk mendukung perbaikan sektor WASH. 32 pengusaha dibidang WASH telah didukung untuk penguatan kapasitas dalam menjalankan bisnisnya.

Dukung Komitmen Pemerintah

Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perumahan dan Permukiman, Bappenas, menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dan peran Usaid Iuwash Plus akan kontribusinya dalam mencapai target mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) pada tahun 2030 mendatang.

‘Usaid Iuwash Plus telah mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 6, yakni memastikan ketersediaan dan manajemen air minum dan sanitasi aman yang berkelanjutan bagi semua.

Komitmen ini juga diwujudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menargetkan pencapaian 100% akses air minum layak, termasuk 15% air minum aman, dan 90% akses sanitasi layak, termasuk 15% sanitasi aman pada lima tahun ke depan.

Sedangkan lima kepala daerah yang sudah merasakan manfaat dari program Usaid Iuwash Plus, berharap program in berkelanjutan.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2