Prof Wan Syaifuddin: PTM Di Sumut Perlu Persiapan Matang

  • Bagikan
KADISDIKSU, Prof Wan Syaifuddin didampingi tim IDAI Sumut saat melakukan sosialiasi PTM ke sekolah wilayah Cabdis Asahan dan Batubara. Kadisdiksu juga meninjau sejumlah sekolah yang infrastrukturnya memprihatinkan. PTM di Sumut perlu persiapan matang. Waspada/ist
KADISDIKSU, Prof Wan Syaifuddin didampingi tim IDAI Sumut saat melakukan sosialiasi PTM ke sekolah wilayah Cabdis Asahan dan Batubara. Kadisdiksu juga meninjau sejumlah sekolah yang infrastrukturnya memprihatinkan. PTM di Sumut perlu persiapan matang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Dalam mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) terus melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah di Sumut. PTM perlu persiapan matang.

“Setelah sejumlah sekolah di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Rantau Prapat, sosialisasi panduan PTM berlanjut ke Tanah Karo, Asahan, dan Batubara,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Prof Wan Syaifuddin, ketika dihubungi Waspada melalui telefon selular, Minggu (1/8).

Sosialisasi panduan PTM dilakukan juga terkait dengan instruksi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Nomor 188.54/30/INST/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumut. Dalam instruksi ditandatangai 26 Juli, Gubernur Sumut meminta kawasan PPKM level 4 meminta kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, akademi, dan tempat pendidikan dilaksanakan secara online.

Karena itu, sambung, Prof Wan Syaifuddin, sosialisasi panduan PTM, tim Disdiksu didampingi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI wilayah Sumut. Dalam sosialisasi itu, Prof Wan mengingatkan kepada seluruh perangkat SMA Negeri, SMK Negeri dan SBL wilayah Cabdis Asahan-Kisaran agar mempersiapkan PTM secara matang dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian. PTM harus dengan prokes ketat.

Ia mengatakan masih banyak sekolah di Sumut belum memahami panduan PTM. “Jadi memang rencana pembelajaran tatap muka di tahun ajaran 2021 ini memang kita harus hati-hati. Saya terus berkeliling ke sekolah-sekolah guna memastikan kesiapan sekolah, sesuai prokes,” sebutnya.

Misalnya, sudah memiliki sarana prasarana penunjang protokol kesehatan Covid-19 seperti wastafel untuk cuci tangan dan sanitasi yang baik. “Karena itu kita pastikan dengan seksama persiapan PTM ini untuk meminimalisir potensi penularan virus Covid-19 saat PTM digelar,” sebutnya. Artinya fasilitas prokesnya memang harus ketat, jangan sampai ada yang kecolongan.

“Kita tidak mau ketika sekolah dibuka ada kasus baru yang kita temukan pada peserta didik,” pesan Prof Wan kepada seluruh perangkat sekolah di wilayah Cabdis Asahan dan Batubara. Maka, sosialisasi persiapan penyelenggaraan PTM ini kami lakukan secara masif kepada sekolah-sekolah, agar dapat mempersiapkan diri dengan baik. Ia juga meminta percepatan vaksinasi tidak hanya untuk guru saja, tetapi juga harus diberikan pada seluruh tenaga pendidikan.

Di samping itu, orang tua memiliki kuasa penuh memberikan izin anaknya kembali bersekolah secara tatap muka selama pandemi Covid-19. Pedoman PTM adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, terbaru yang diterbitkan tanggal 30 Maret 2021.

Dalam SKB tersebut diamanatkan, bahwa apabila sebagian besar pendidik dan tenaga kependidikan pada sebuah satuan pendidikan sudah divaksin lengkap, maka satuan-satuan pendidikan bisa membuka opsi PTM, sekaligus masih ada opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).“Orang tua lah yang memutuskan, apakah putra-putrinya bisa berangkat PTM terbatas atau tidak, itu ditentukan oleh orang tuanya,” katanya

Relokasi

Selain melakukan sosialiasi PTM, Kadisdik bersama tim juga melakukan kunjungan ke SMK Negeri I Medang Deras di Desa Pagurawan, Batubara.Prof Wan mengatakan akses jalan menuju ke SMK Negeri 1 Medang Deras terganggu karena terjadi abrasi, maka kegiatan siswa SMK Negeri 1 direlokasikan ke SMA Negeri 1 Medang Deras.

Prof Wan mengatakan, memang setiap harinya, siswa di sekolah itu terpaksa harus berjalan kaki di atas medan yang becek Selain itu, para siswa juga harus berhati-hati ketika melewati jalan yang terputus dibawah arus sungai dengan menyeberangi jembatan bambu seadanya untuk sampai ke sekolah.

Jika cuaca semakin buruk, misalnya turun hujan deras, maka seluruh akses jalan menuju sekolah yang hanya menyediakan jalan lebih lunak dan licin serta berbahaya untuk dilalui. Bahkan, siswa kadang terpaksa menaiki perahu untuk menyeberang. Kondisi ini jelas menganggu aktifitas belajar mengajar di SMK Negeri 1 Medang Deras itu.

Kadisdiksu bersama tim juga merasakan bagaimana perjuangan menuju SMK Negeri 1 Medang Deras, dimana Prof Wan harus perlahan-lahan ketika melewati satu persatu medan jalan, apalagi ketika menyeberangi jembatan kayu ke arah SMKN 1 tersebut .”Infrastruktur menuju sekolah ini akan menjadi perhatian disdiksu. Meski demikian, kami pastikan tidak ada anak-anak kita yang tidak sekolah, karena itu untuk sementara ini mereka kita relokasi ke SMAN 1 Medang Deras, ” katanya.

Tinjau SLB

Setelah meninjau SMKN I Medan Deras, Kadisdiksu Prof Wan Syaifuddin bersama tim kemudian meninjau kegiatan siswa SLB Batubara yang kan menghadapi festival seni budaya tingkat nasional pada masa pandemi Covid-19. Prof Wan memberikan motivasi kepada siswa SLB Batubara agar bisa menorehkan prestasi di ajang festival itu.”Tetap semangat, anak-anaku sekalian pasti bisa mengharumkan nama Batubara dan Sumut secara umum,” tegasnya.

Prof Wan juga mengingatkan kepada guru-guru SLB agar terus memberikan dorongan dan semangat kepada anak didik agar mereka semakin percaya diri dalam menghadapi festival tersebut.”Peran guru dan orang tua mendorong anak untuk berprestasi sangat besar, karenanya mainkan lah peran itu dengan baik supaya anak-anak meraih yang terbaik dalam setiap kegiatan ,” kata Prof Wan. (m19)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *