Prof Syawal: Tuan MH Manullang Layak Jadi Pahlawan Nasional
banner 325x300

Prof Syawal: Tuan MH Manullang Layak Jadi Pahlawan Nasional

  • Bagikan
REKTOR Unimed, Dr Syamsul Gultom bersama para narasumber dan peserta Wabiner bertajuk: “Tuan MH Manullang dari Pahlawan Kemerdekaan menuju Pahlawan Nasional”. Mangihut Mangaradja Hezekiel Manullang (Tuan MH Manullang) layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Waspada/ist
REKTOR Unimed, Dr Syamsul Gultom bersama para narasumber dan peserta Wabiner bertajuk: “Tuan MH Manullang dari Pahlawan Kemerdekaan menuju Pahlawan Nasional”. Mangihut Mangaradja Hezekiel Manullang (Tuan MH Manullang) layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Tokoh pendidikan Sumatera Utara Prof Dr Syawal Gultom, M Pd mengatakan Mangihut Mangaradja Hezekiel Manullang ( Tuan MH Manullang) adalah salah satu inspirator pendidikan kebangsaan di negeri ini. Karena itu, Tuan MH Manullang layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.

“Atas jasa dan pemikiran brilian beliau, maka Tuan MH Manullang layak menjadi pahlawan nasional, kata Prof Syawal Gultom ketika menjadi narasuber Wabiner bertajuk: “Tuan MH Manullang dari Pahlawan Kemerdekaan menuju Pahlawan Nasional”. Kegiatan yang digelar LPPM Unimed ini dibuka Rektor Unimed, Dr Syamsul berlangsung secara daring melalui zoom meeting, Sabtu (13/3).

Selain Prof Syawal Gultom, tampil sebagai pembicara antara lain Prof Dr Asvi Warman Adam (Sejarahwan LIPI Jakarta), Prof  Dr Dorodjatun Kuntjoro Jakti (Menteri Koordinator Perekonomian pada Kabinet Gotong Royong, Sejarahwan Ekonomi, Jakarta), Drs Joko Irianto, M Si (Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI Jakarta), dan Dr. Rosmaida Sinaga M.Hum (Sejarahwan Unimed).

Prof Syawal diminta panitia untuk memberikan masukan dan pertimbangan secara akademik dalam seminar Daring tersebut. Prof Syawal mengatakan Tuan MH Manullang layak menjadi pahlawan nasional mengingat sekitar 1 abad lalu, pahlawan perintis kemerdekaan yang biasa dikenal Tuan Manullang itu telah menjadi Inspirator Pendidikan kebangsaan di negeri ini.

“Tahun 1910 Tuan MH Manullang telah merumuskan dengan baik apa itu Pendidikan, hampir 100 tahun sebelum UU Sisdiknas,” pungkas Syawal.

Disebutkan, meski tidak dapat dikatakan secara eksplisit tujuan Pendidikan nasional yang dituangkan pada UU Sisdiknas diilhami oleh pemikiran Tuan MH Manullang, tetapi paling tidak kita dapat menyebut jauh sebelum UU Sisdknas dirumuskan (2003), tahun 1910 Tuan M H  Manullang telah merumuskan dengan baik, apa itu Pendidikan.

“Isi atau konten Pendidikan, Pemikiran, perjuangan, ketokohan, kepemimpinan, kegigihan dan konsistensi Tuan M.H. Manullang adalah inspirasi yang energetik bagi Pendidikan kebangsaan Indonesia,” kata Guru Besar Unimed tersebut.

Pemaknaan Baru

Sebenarnya, lanjutnya, para guru guru (tanpa kecuali, apalagi guru sejarah) khususnya di Tanah Batak dapat menjadi mencapai level guru yang tertinggi.

Yaitu guru yang inspiratif bila mampu memberi pemaknaan baru sesuai konteks kekinian terhadap perjuangan MH  Manullang (bila berpikir abstraktif maha guru itu “menginspirasi”, guru yang hebat itu menjadi “teladan”, guru yang baik itu “menjelaskan, mencerahkan”, dan ketiganya telah dicontohkan oleh Tuan MH Manullang, imbuh Syawal.

Tuan Manullang, lanjut Syawal, dapat jadikan sebagai guru bangsa sebab mencontohkan bagaimana Pendidikan di drive dengan orientasi harmonisasi atau perimbangan sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Ditambahkan Syawal, Tuan MH. Manullang menunjukkan sebuah proses belajar yang mengandalkan “indepent learner”, berbasis multicultural.“Bagaimana mengimpelementasikan hasil Pendidikan secara kontekstual telah dicontohkan Tuan Manullang dengan baik sehingga mampu melakukan perlawanan terhadap ekspansi agraria di Tanah Batak meski berujung dipenjarakan oleh Belanda,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial mewakili Bupati Tapanuli Utara, Rahman Situmeang mengungkapkan Pemkab Taput siap mendukung penuh proses pengusulan Tuan Manullang menjadi Pahlawan Nasional. (m19)

  • Bagikan