Waspada
Waspada » Prof Syawal Gultom Dipercaya Kemendikbud Jadi Tim Pakar PPG
Medan

Prof Syawal Gultom Dipercaya Kemendikbud Jadi Tim Pakar PPG

PROF Dr Syawal Gultom, M Pd. Prof Syawal Gultom dipercaya Kemendikbud jadi tim pakar PPG. Waspada/Ist
PROF Dr Syawal Gultom, M Pd. Prof Syawal Gultom dipercaya Kemendikbud jadi tim pakar PPG. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengangkat Prof Dr H Syawal Gultom (foto), M Pd sebagai Tim Pakar Program Profesi Guru (PPG) di Indonesia.

Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Tahun 2020 dan disahkan 19 Oktober 2020.

Dalam SK tersebut tertulis sepuluh nama tim pakar PPG, salah satunya adalah Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. dari Unimed.

Sementara kesembilan lainnya berasal dari beberapa perguruan tinggi, dan praktisi pendidikan di Indonesia.
Kewajiban Tim Pakar PPG.

Di antaranya; menyiapkan bahan kebijakan konsorsium PPG (norma, standar, prosedur dan kriteria PPG).

Kemudian, mengembangkan standar dan penjaminan mutu dosen dan tendik PPG, mengembangkan sistem pemantauan, evaluasi dan pelaporan.
Serta mengembangkan bahan bimbingan teknis pelaksanaan PPG.

Prof Syawal Gultom, saat ini masih dipercaya oleh Kemdikbud RI sebagai Ketua Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG).

Pengalaman beliau sudah sangat banyak dalam pengembangan dan kemajuan mutu SDM guru dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sejak beliau diangkat sebagai Rektor Unimed periode 2007-2011, dan dipercaya Mendikbud saat itu Prof Dr Mohammad Nuh, DEA, sebagai Kepala BPSDMPK-PMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) dengan masa jabatan 2011-2015.

Setelah usai masa jabatannya di Kemdikbud sebagai Kepala Badan, beliau mengabdikan dirinya kembali di kampus Unimed, dan dipercaya kembali oleh Seluruh Anggota Senat Universitas sebagai Rektor Unimed untuk masa periode 2015-2019.

Di kampus Unimed saat ini, beliau dipercaya sebagai Ketua Senat Unimed untuk periode 2019-2024.

Bangga

Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom, SKM. M Kes. di kantornya mengatakan, Senin (9/11) mengaku bangga, karena salah satu dari dosen Unimed dipercaya dan diangkat oleh Kemendikbud RI sebagai tim pakar PPG di Indonesia.

Ada sepuluh tim pakar PPG yang diberi kepercayaan oleh pemerintah dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program PPG ini guna menciptakan guru-guru bermutu dan profesional, sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Lanjut rektor, seluruh civitas Unimed mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. yang telah diamanahkan sebagai Tim Pakar PPG Indonesia. Hal ini juga menjadi kebanggaan kita semua seluruh civitas, karena dari 10 tim pakar yang diangkat Kemdikbud, salah satunya adalah dosen Unimed.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Kemdikbud, karena telah memberi kepercayaan kepada salah seorang dosen Unimed dan saya yakin beliau (Prof. Syawal), akan mengerahkan seluruh kemampuan, tenaga dan keahliannya untuk memberikan kontribusi terbaik kepada negara dan bangsa Indonesia melalui program PPG,” katanya.

Prof  Syawal Gultom mengatakan, amanah ini merupakan tanggungjawab yang harus diemban, bersama teman-teman tim pakar lainnya dalam mengoptimalkan program PPG ini, dapat memberikan kontribusi yang maksimal agar program PPG ini menghasilkan guru-guru yang dapat menjadi motor penggerak untuk kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia.

Warisan terbaik dari proses pendidikan bagi bangsa ini adalah bagaimana mewariskan cara berpikir generasi masa generasi muda bangsa ini, dan itu ada pada sekolah, di sinilah peran penting seorang guru. Pada program PPG ini, tanggungjawab penting dalam mengembangkan mutu SDM guru dan kualitas pendidikan Indonesia diamanahkan.

Lanjut Prof Syawal, ia bersama tim pakar akan mengerahkan semua tenaga dan kemampuan kami, agar program PPG ini sukses menghantarkan guru-guru di Indonesia menjadi profesional, bertanggungjawab atas profesinya.

Kemudian membentuk jiwa guru agar menjadikan profesinya ini sebagai panggilan jiwa dan akvitiasnya menjadi nilai ibadah, serta program ini sukses memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.  (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2