Waspada
Waspada » Prof Syahrin Harahap: Kejahatan Kemanusiaan, Dimana Intelektual?
Headlines Medan

Prof Syahrin Harahap: Kejahatan Kemanusiaan, Dimana Intelektual?

Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara UIN SU) Prof Dr M. Syahrin Harahap, MA: Kejahatan Kemanusiaan, Dimana Intelektual?. Waspada/Ist
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara UIN SU) Prof Dr M. Syahrin Harahap, MA: Kejahatan Kemanusiaan, Dimana Intelektual?. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara UIN SU) Prof Dr M. Syahrin Harahap, MA mengatakan, penyerangan tentara Israel terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah di Aqsha telah menghentakkan dunia, dan intellektualitas merasa tersudutkan.

“Sebab tindakan yang melukai kemanusiaan itu secara telanjang telah mengabaikan logika intellektual dan rasa kemanusiaan,” ujar Prof Syahrin, Senin (16/5).

Menurutnya, peristiwa penyerangan Palestina tersebut adalah ujian bagi tokoh agama-agama di dunia, terutama tokoh-tokoh yang concern pada hubungan agama-agama.

“Setiap penyerangan (agresi) menurutnya selalu ada aktor intelektual di belakangnya. Jika agresi ini oleh Yahudi, maka para intelektual atau cendikiawan Yahudi harus beranggungjawab secara intelektual dan agamawan terhadapnya. Sebab hampir 85% penyerangan didasari pertimbangan intelektual dan keberagamaan,” sebutnya.

Pada saat yang sama, kata Guru Besar Pemikiran Islam Modern ini, hampir 80% hadiah nobel diterima oleh cendikiawan Yahudi. Itu artinya cendikiawan Yahudi mendapat posisi penting dan sangat dihormati di dunia secara keilmuan dan intelektual.

“Ketika agresi yang melukai kemanusiaan ini dilakukan oleh Yahudi, dan para intelektual yang terhormat itu tinggal diam dan tidak angkat bicara, maka pemberian hadiah novel berskala internasional kepada para cendikiawan Yahudi, seakan kehilangan makna dan objektivitas. Dunia mempertenyakan kemampuan dan sikap para ilmuan itu untuk mencegah tindakan yang melukai makna penghargaan yang mereka terima,” sebutnya.

Prof Syahrin mengedepankan pertanyaannya kepada para intelektual Yahudi, kemana mereka, kemana Moses Sharoon, yang dengan lantang menyuarakan relasi antaragama dan kesatuan kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Setelah para nabi, menurut penekun hubungan agama-agama ini, para ilmuan dan cendekiawanlah yang harus melanjutkan misi prophetik kenabian, terutama menegakkan kemanusiaan dan perdamaian. Karenanya ilmuan dan cendekiawan Yahudi sejatinya segera menyuarakan perdamaian dan penegakan nilai-nilai kemanusiaan di kawasan itu, dan seluruh inteletual dan ilmuan sejatinya turut menciptakan perdamaian dan penegakan kemanusiaan di berbagai kawasan dunia,” katanya.(m05)

Baca juga:

Israel, AS Dan Islamofobia

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2