Waspada
Waspada » PPUPIK Dorong Kampus Hasilkan Produk Jasa Ciptaan Sendiri
Medan

PPUPIK Dorong Kampus Hasilkan Produk Jasa Ciptaan Sendiri

LOKASI pengabdian Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus USU. Kampus diharapkan dapat hasilkan produk ciptaanya sendiri. Waspada/ist
LOKASI pengabdian Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus USU. Kampus diharapkan dapat hasilkan produk ciptaanya sendiri. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Program Pengabdian Masyarakat (PPM) melalui skim PPUPIK (Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus) bertujuan dorong kampus hasilkan produk jasa ciptaannya sendiri.

PPUPIK diharapkan dorong kampus membangun akses yang hasilkan produk jasa dan/atau teknologi ciptaannya sendiri, yang saat ini sangat digiatkan di USU.

PPUPIK merupakan program PPM agak berbeda, dan menurut Ketua Tim PPM, Arif Nuryawan, S Hut, M Si, Ph D, Sabtu (22/8) sudah dimulai tahun 2019 lalu.

Adapun Ketua Timnya, Arif Nuryawan, S Hut, M.Si., Ph D dan anggota, Dr Iwan Risnasari, S Hut, M Si, yang merupakan Ketua dan Sekretaris Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan USU.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong kampus dalam membangun akses yang menghasilkan produk jasa dan/atau teknologi hasil ciptaannya sendiri.

Wujud program ini berupa unit usaha yang memberdayakan laboratorium sebagai pusat penghasil produk intelektual kampus.

“Pada saat itu produk intelektual kampus yang dihasilkan adalah seminar kit dengan sentuhan khas teknologi hasil hutan (terbuat dari kayu, daun, atau kertas bekas) untuk keperluan seminar yang memang pada tahun lalu sedang booming,” katanya.

Disebutkan, ada beberapa panitia seminar sudah melakukan order pemesanan dan pembelian seminar kit yang berupa tas tote, block note dan cenderamata.

Tas tote ini unik karena motifnya adalah daun asli yang dicetak dengan teknik ketok eco-printing.

Block note juga dibuat dari kertas daur ulang, di mana hard-cover-nya juga menampilkan desain eco-printing.

Cenderamata berupa mug keramik juga didesain eco-printing, seperti  produk intelektual kampus, kajian mengenai eco-printing yang dilaksanakan melalui penelitian skripsi mahasiswa.

“Alhamdulillah produk eco-printing ini kemudian berkembang tidak hanya untuk seminar kit, tetapi juga merambah ke produk berbasis kain, seperti kerudung,  pasmina, dan mukena,” katanya.

“Permintaan pelatihan pun berdatangan baik berbasis PPM atau profesional,” katanya.

Dia menyebutkan, PPM di Desa Lubuk Kertang maupun di Desa Sei Glugur baru-baru ini pun bertema produksi eco-printing pada kain telah dilaksanakan di bawah koordinasi Dr Iwan Risnasari, S Hut. M.Si.

Sehingga, program ini bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat.

Tahun Perbaikan Manajemen

Ditambahkannya, pada tahun kedua (2020) sekarang, titik berat PPM skim PPUPIK ini adalah perbaikan manajemen, untuk itu dilakukan perekrutan anggota dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, yaitu Prof Dr Isfenti Sadalia, S E, ME.

“Perbaikan manajemen meliputi penentuan harga jual, pengemasan, dan pemasaran, sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa dikemas dan dijual serta dipasarkan dengan harga yang wajar dan standar,” ungkapnya.

Dijelaskan, perbaikan manajemen lainnya yaitu pembuatan brand atau merk dan penyediaan ruang pamer bagi produk-produk hasil PPUPIK ini.

Brand yang dipilih adalah Nauli Apik dan penyediaan ruang pamer ada di Rumah Nauli Apik.

Ruang pamer ini mendisplay produk-produk hasil intelektual kampus dari Laboratorium dan Workshop Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan USU khususnya produk dan inovasi yang dihasilkan oleh dosen-dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan.

Di antaranya berbagai macam produk berbasis eco-printing, cenderamata kayu plastik ramah lingkungan  dan gelas dan mangkok bambu.

Diharapkan melalui program ini pengembangan riset di laboratorium yang ada di kampus dan ketekunan berusaha serta kejelian menangkap peluang yang ada di masyarakat, baik internal maupun eksternal kampus dapat terjadi.

“Misi program ini adalah menciptakan akses sosialisasi produk-produk intelektual dosen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik internal maupun eksternal kampus,” paparnya. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2