Ponpes Darul Qur’an Gelar Wisuda Serta Pelepasan Santri Kelas XII Dan IX

  • Bagikan
KETUA Umum Yayasan, Dr. H. Amarullah Nasution, S.E., M.B.E, Direktur Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA bersama perwakilan santri yang wisuda dan tahfiz. Waspada/ist
KETUA Umum Yayasan, Dr. H. Amarullah Nasution, S.E., M.B.E, Direktur Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA bersama perwakilan santri yang wisuda dan tahfiz. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pondok Pesantren Darul Qur’an Deliserdang, menggelar wisuda,sekaligus pelepasan santri kelas XII dan IX, dan wisuda tahfiz quran, Senin (16/5).

Hadir Ketua Umum Yayasan, Dr. H. Amarullah Nasution, S.E., M.B.E Direktur Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA,Camat Percut Seituan Ismail, Kakanwil Kemenagsu, Drs Abd Amri Siregar ,serta undangan lainnya.

Dalam keterangannya, Ketua Panitia kegiatan, Irfan Idrus Harahap menyebutkan, saat ini jumlah santri dan santriwati yang berwisuda berjumlah 576 orang dan yang telah berhasil menghafal 30 juz berjumlah sebanyak 155 orang

“Untuk anak-anakku,tidaklah perlu memberitahu seberapa banyak hafalan mu,tapi beritahulah seberapa penting nya akhlak  di Alquran mu,”ungkapnya.

Sedangkan Direktur Pondok Pesantren Darul Qur’an,Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA selama tiga tahun atau enam tahun lalu,bapak dan ibu orang tua santri, telah mengantarkan anak anak kepada kami dan mempercai kami untuk mengajarkan adab dan prilaku al quran.

“Pada pagi hari ini kami akan memulangkan kembali anak anak kepada pangkuan bapak dan ibu dengan ilmu yang semoga bermanfaat

“Kami berharap kepada anak anak kami sekalian,jangan lupakan jasa guru guru yang telah mengajarkan kalian ilmu ilmu yang bermanfaat.Doakan mereka,seperti yang pernah di katakan oleh Imam Abu Hanifah sebelum aku mendoakan orang tuaku aku mendoakan guruku,” ujarnya.

“Anak anak kami, jangan lupa mengulang hafalannya karena menghafal hafalan baru lebih mudah dari pada mengulang,”ungkapnya.

Sedangkan, Kakanwil Kemenagsu, Drs Abd Amri Siregar MAg dalam pidatonya, menyebutkan, tidak ada pesantren seenak ini.

“Dahulu  ketika saya mondok selama 5 tahun,saya merasakan susahnya menjadi seorang santri. Tapi apa yang saya rasakan dahulu tidak sebanding dengan apa yang saya dapatkan.Kita santri bina menjadi apapun yang kita mau. Kalian semua hebat karena berhasil menghafal 30 juz. Kalian adalah generasi hebat. Generasi yang mampu bersaing dan berjuang demi dunia dan akhirat,”pungkasnya.

Turut memberi sambutan Camat Percut Seituan serta perwakilan santri. (m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.