Waspada
Waspada » Polisi Tembak Dua Kaki Pelaku Pembunuh Sopir Angkot
Medan

Polisi Tembak Dua Kaki Pelaku Pembunuh Sopir Angkot

TERSANGKA pembunuh sopir angkot yang ditembak kakinya saat diekspos Kapolrestabes Medan Riko Sunarko. Polisi tembak dua kaki pelaku pembunuh sopir angkot. Waspada/Rudi Arman
TERSANGKA pembunuh sopir angkot yang ditembak kakinya saat diekspos Kapolrestabes Medan Riko Sunarko. Polisi tembak dua kaki pelaku pembunuh sopir angkot. Waspada/Rudi Arman

MEDAN (Waspada): Kasus pembunuhan di Jl. Perhubungan Dsn. XIV Desa. Bandar Khalipa Kec. Percut Seituan tepatnya di samping Gudang PT Intan terungkap, pelaku merupakan kernet korban dan ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri karena melawan saat ditangkap.

Tersangka FAPN, 41, warga Jl. Jermal 7 Panglima Denai, Kec. Medan Denai Kota. Medan kemudian diboyong ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani perawatan.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko didampingi Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan, Wakasat Reskrim AKP Rafles, Kanit Pidum Iptu Yunnan kepada wartawan, Selasa (6/4) sore menjelaskan, tersangka ditangkap sekira pukul 16.00 WIB di Pajak Palapa Pulau Brayan Kec. Medan Barat Kota. Medan.

Tersangka ini merupakan kernet korban sedangkan korban merupakan sopir Angkot. “Motif pembunuhan ini karena tersangka sakit hati sering dimarahi korban,” kata Kapolrestabes Medan.

Dijelaskan Kapolrestabes, identitas korban Junaidi, 62, Jl. Mayor Komplek SD 50 PB Kota. Kec. Medan Barat.
Kapolrestabes kemudian menjelaskan kronologis peristiwa itu. Minggu (4/4) sekira pukul 16.00 wib mobil angkutan umum Rahayu 53 BK 7587 DM yang di kendarain korban dan pelaku mengalami pecah lahar di daerah kota Belawan

Kemudian korban pergi mengantar kiriman ikan kepada para pelanggan sambil mencari spearpart yang dibutuhkan Sekira pukul 22.00 wib, korban kembali ke lokasi kendaraan rusak tersebut.

Sesampainya di lokasi tersebut korban dan pelaku sempat bertengkar mulut (bertengkar). Senin (5/4) sekira pukul 01.00 wib korban tidur di bangku sebelah sopir. Pada saat tidur pelaku mengambil ganjal roda batu batako yang berada di sebelah belakang dan memindahkan di bawah bangku tepatnya di bawah kaki sebelah kanan pelaku.

Kemudian tersangka mengemudikan kembali angkutan umum tersebut, setelah berjalan kurang lebih 100 meter pelaku memberhentikan kendaraan dan mengambil batu batako dari bawah kakinya sebelah kanan dengan menggunakan tangan sebelah kanan dan langsung memukul kepala korban sebanyak 5 kali, dan mengambil bantal yang sebagai sandaran supir lalu membekap wajah korban hingga tewas.

Kemudian pelaku memindahkan korban ke bagian belakang dan menutup wajah korban dengan bantal yang digunakan tersebut.

Berkeliling

Setelah selesai melakukan aksinya, pelaku kembali mengendarai angkutan umum tersebut dan berkeliling ke daerah Kec. Batang Kuis dan Kec. Medan Tembung tanpa berhenti.

Sekira pukul 07.00 wib pelaku membuang mayat korban ke Jl. Perhubungan Dsn. XIV Desa. Bandar Khalipa Kec. Percut Seituan tepatnya di samping Gudang PT. Intan.

Setelah membuang mayat korban, pelaku meninggalkan Kendaraan tersebut di Jl.. Selamat Ketaren tepatnya depan Universitas Negeri Medan.

Sekira Pukul 10.00 WIB pelaku mengajak 2 orang keponakannya untuk mengambil ban dan mesin dari kendaraan tersebut, kemudian pelaku menjual mesin kendaraan tersebut sebesar Rp500.000.

Barang bukti yang disita dari tersangka bongkah batu batako. Uang Rp 250.000. Hand phone mito warna hitam, baju bercorak bendera malasya, kaos dalam warna putih, mobil angkutan umum dan 4 roda mobil. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2