Waspada
Waspada » Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Betor 
Medan

Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Betor 

TERSANGKA diamankan di Mapolsek Patumbak, Selasa  (27/10). Polisi dari Tekab Polsek Patumbak tangkap penggelapan betor, yang terjadi Selasa, 20 Oktober 2020 sekira pukul 21:30. Waspada/Ist
TERSANGKA diamankan di Mapolsek Patumbak, Selasa  (27/10). Polisi dari Tekab Polsek Patumbak tangkap penggelapan betor, yang terjadi Selasa, 20 Oktober 2020 sekira pukul 21:30. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Polisi dari Polsek Patumbak tangkap tersangka pelaku penipuan dan penggelapan becak bermotor (Betor), yang terjadi Selasa, 20 Oktober 2020 sekira pukul 21:30.

Polisi tangkap pelaku penggelapan betor, diketahui berinisial IPL, 21,  warga Jalan Bajak V Kampung Coklat, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
“Tersangka diamankan atas laporan korban Romulus dengan nomor laporan LP/277/X/2020/Restabes Medan/Reskrim Patumbak tanggal 20 Oktober 2020,” kata Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza, Selasa (27/10) di Mapolsek Patumbak.
Dijelaskan, peristiwa penipuan dan penggelapan terhadap korban terjadi Rabu 29 April 2020 sekira pukul 06:30 di Jalan Bajak V Kampung Coklat, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.
Saat itu tersangka IPL tengah berada di simpang tiga Jalan Menteng. Pada saat bersamaan muncul saksi Marko Panjaitan berprofesi sebagai penarik betor melintas menggunakan betor milik korban Romulus.
“Tersangka memanggil Marko dan menyuruhnya untuk mengantarkannya ke rumahnya di Jalan Bajak V Kampung Coklat, Medan Amplas,” ujar Arfin.
Setelah diantarkan, Marko pun pergi meninggalkan rumah tersangka, namun tersangka menyusul Marko hingga ke simpang tiga.
Lalu menyuruh Marko berhenti di simpang itu dan menyuruhnya menunggu.
Ketika itu tersangka berbohong mengatakan bahwa ibunya hendak ikut, sehingga mereka menunggu ibu pelaku sekitar 20 menit di simpang itu.
Kemudian tersangka menyuruh Marko  untuk memanggil ibunya ke rumahnya.
“Tanpa curiga Marko pergi ke rumah tersangka dengan berjalan kaki untuk memanggil ibu pelaku. Disaat itulah tersangka membawa lari betor tersebut dan meninggalkan Marko yang berupaya mengejar tersangka, namun tidak berhasil,” sebut Kapolsek.
Kemudian Marko melaporkan kejadian tersebut kepada Romulus selaku pemilik betor, selanjutnya membuat laporan pengaduan ke Polsek Patumbak. “Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya oleh Tekab Polsek Patumbak,” jelas Arfin.
Berdasarkan pengakuan tersangka, betor tersebut dibawa ke Jalan Bromo Medan (Sukaramai) dan dijual seharga satu juta rupiah.
“Tersangka akan dikenakan Pasal 378 subsidair Pasal 372 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” sebut Kapolsek. (m10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2