Waspada
Waspada » Polisi Pulangkan Saksi Kasus Pembunuhan Kuli Bangunan
Medan

Polisi Pulangkan Saksi Kasus Pembunuhan Kuli Bangunan

SAKSI. Polsek Percut Seituan memulangkan saksi pembunuhan kuli bangunan setelah 5 hari menjalani pemeriksaan di Polsek, Senin (6/7) petang. Ilustrasi
SAKSI. Polsek Percut Seituan memulangkan saksi pembunuhan kuli bangunan setelah 5 hari menjalani pemeriksaan di Polsek, Senin (6/7) petang. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Polisi dari Polsek Percut Seituan pulangkan saksi kasus pembunuhan kuli bangunan setelah 5 hari menjalani pemeriksaan di Polsek, Senin (6/7) petang.

Langkah polisi pulangkan saksi kasus pembunuhan kuli bangunan ini disambut haru pihak keluarganya di rumahnya Jl Sidumolyo Pasar IX, Desa Sei Rotan, Kec Percut Seituan.

Namun, ada yang aneh dengan kondisi Sarpan. Pria yang berstatus saksi ini kondisi wajahnya babak belur, bagian kedua matanya lebam.

Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya bagaimana apakah seorang saksi yang berada di kantor polisi bisa babak belur.

“Alhamdulilah warga Tembung menang. Paklek yang menjadi saksi dan diduga akan dijadikan tersangka telah dipulangkan,” tulis salah seorang netizen di facebook.

Masalahnya, wajah saksi (tulang) lebam-lebam dan dari penuturan istri saksi dia ditahan selama 5 hari. Polsek Percut Sei Tuan Medan kenapa mesti nunggu didemo baru saksi dipulangkan?” sambungnya.,

Hingga saat ini, Selasa (7/7) siang postingan tersebut telah dikomentari 435 netizen dan dibagikan 2084 kali.

Informasi diperoleh wartawan, atas kejadian ini Sarpan telah melapor ke Polrestabes Medan atas penganiayaan yang dialaminya.

Aksi Unjukrasa

Sebelumnya, puluhan warga dari Jalan Sidumolyo Desa Sei Rotan, Kec. Percut Sei Tuan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polsek Percut Sei Tuan Jalan Letda Sujono Medan, Senin (6/7) sore.

Aksi unjuk rasa ini digelar untuk mendesak pihak kepolisian membebaskan salah seorang warga bernama Sarpan.

Pria 57 tahun ini menjadi saksi kasus pembunuhan buruh bangunan yang menewaskan Dodi Somanto alias Andika, 41, di Jl Sidumolyo Gang Gelatik Pasar 9, Desa Sei Rotan, Kec. Percut Seituan.

Sedangkan Kapolsek Percut Kompol Otniel Siahaan yang dikonfirmasi Waspada mengatakan, tidak ada pemukulan dilakukan pihak kepolisian.

Ditanya soal kenapa saksi ditahan sampai 5 hari, Kapolsek menjelaskan, saksi bukan ditahan. “Bukan ditahan saksinya tapi diperiksa secara maraton,” jelasnya.

Dijelaskan, pemeriksaan marathon 3 hari karena awalnya saksi tidak memberikan keterangan sesuai fakta dan bukti yang telah kita dapat di TKP , kita tidak lakukan penahanan dia ada di kantor untuk diperiksa,” jelas Siahaan. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2