banner 325x300

Polisi Diminta Usut Bentrokan Di Lahan Garapan

  • Bagikan
KORBAN Andika Harahap masih menjalani perawatan di RS Pirngadi usai menjalani operasi akibat terkena panah. Polisi diminta usut bentrokan di lahan garapan. Waspada/Ist
KORBAN Andika Harahap masih menjalani perawatan di RS Pirngadi usai menjalani operasi akibat terkena panah. Polisi diminta usut bentrokan di lahan garapan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Polrestabes Medan diminta mengusut tuntas bentrokan di lahan garapan PTPN 2 Jl. Bhineka Tunggal Ika, Dusun 4 Lamtoro 2, Pasar 3 Tembung, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan.

“Bentrokan itu bukan bentrok antar dua OKP, tapi bentrokan warga setempat dengan OKP dari luar yang menyerang warga saat membangun rumah,” kata Chairun Kurnia, 52, warga setempatl didampingi RT 02 Dusin 4, Usman kepada wartawan di Polrestabes Medan, Jumat (12/3).

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan sesuai laporan polisi STTP/508/3/Yan 25/2021/SPKT Polrestabes Medan tanggal 6 Maret 2021.

Dijelaskan. akibat bentrokan tersebut tiga warga menjadi korban panah yang dilakukan kelompok OKP yang menyerang. “Ketiga korban Andika Harahap, terkena diperut dan sampai sekarang masih dirawat di rumah sakit ” jelas Chairun

Kemudian dua korban lagi yakni Hendra terkena panah di kaki dan Dedi terkena panah di paha kanan. Mereka sudah berobat jalan.

Menurut Chairun, mereka berharap polisi mengusut otak pelaku dibalik penyerangan ketiga warga. Karena warga sudah menduga otak pelaku itu orang OKP yang disuruh melakukan penyerangan karena warga tidak ada yang mengenal pelaku penyerangan.

“Kalau masalah ini belum diselesaikan pihak kepolisian, warga semakin cemas karena bakalan ada penyerangan lagi kepada warga,” jelasnya.

Chairun kemudian menjelaskan kronologis kejadian, Jumat (5/3) sore. Sebelum terjadinya bentrok, puluhan orang warga setempat sedang mengerjakan bangunan rumah di atas lahan seluas 15X30 meter (satu kapling).

Tiba-tiba puluhan orang dari kelompok F datang ke lokasi dan melarang warga mengerjakan bangunan rumah.

Hal itu dikarenakan F mengklaim jika lahan itu merupakan miliknya. Tak terima ditegur, warga melakukan protes sebab mereka yang membuka lahan di lokasi. Kedua kelompok itu akhirnya terlibat cekcok mulut. Tak berapa lama terjadi bentrokan.

Dalam peristiwa bentrokan itu 3 orang warga setempat terkena panah yakni Andi, Hendra dan Dedi.

“Bentrokan itu terjadi karena warga merasah resah dengan kelompok OKP dari luar yang sering mengintimidasi warga yang akan membangun rumah,” jelas Chairun.  (m25)

  • Bagikan