Waspada
Waspada » Polisi Berusaha Ungkap Pembuang Bayi Di Parbus
Medan

Polisi Berusaha Ungkap Pembuang Bayi Di Parbus

MEDAN (Waspada): Polsek Percut Seituan berusaha mengungkap kasu bayi yang dibuang dan sudah membusuk di parit busuk (Parbus) kawasan Jl. Flamboyan, Desa Sampali, Kec. Percut Sei Tuan, Sabtu (19/12).

“Saat ini sudah ada tiga orang saksi yang kita mintai keterangan,” kata Kapolsek Percut AKP Ricky Pripurna Atmaja ketika ditanya perkembangan kasus pembuangan bayi di Parbus, Rabu (23/12).
Dijelaskan, ketiga saksi yang sudah dimintai keterangan yakni pemulung yang pertama kali menemukan, Kepala Dusun dan personel polisi Polsek Percut.
Ditanya apakah bayi yang dibuang tersebut merupakan hasil hubungan gelap dan dibuang orangtuanya, AKP Ricky belum bisa menyimpulkan. “Belum bisa kita simpulkan ke arah sana,” jelasnya.
Saat ini lanjutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berharap kasus segera terungkap.
Seperti diberitakan, seorang balita ditemukan membusuk dalam parit busuk (Parbus) Jl. Flamboyan, Desa Sampali, Kec. Percut Sei Tuan, Sabtu (19/12) sore.
Bayi berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan sudah membusuk mengapung diantara tumpukan sampah di aliran parit ditemukan seorang pemulung.
Penemuan jasad bayi yang diperkirakan berusia dua minggu itu sempat menghebohkan warga sekitar lokasi.
Infornasi diperoleh, waktu itu seorang pemulung yang belum diketahui identitasnya sedang mencari barang bekas di pinggir aliran parit. Namun, tiba-tiba si pemulung terkejut melihat sesosok bayi mengapung diantara tumpukan sampah dan sudah mengeluarkan bau busuk.
Lantas, pemulung tadi memberitahukan kepada warga dan warga lainnya meneruskannya ke Polsek Percut Sei Tuan.
Tidak  berapa lama, personel Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi dan menyusul Tim Inafis Polrestabes Medan. Lalu petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jasad  bayi tersebut di evakuasi ke RS Bhayangkara Medan.
Kanit Reskrim Iptu Jhon Harto Panjaitan, saat dikonfirmasi Minggu (20/12) membenarkan ada penemuan mayat bayi oleh seorang pemulung. “Dari laporan yang kita terima jasad sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan, untuk diotopsi,” katanya. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2