Waspada
Waspada » Poldasu Pulangkan 10 Terapis Khusus Gay
Medan

Poldasu Pulangkan 10 Terapis Khusus Gay

PARA terapis gay dan perekrut terapis saat diamankan di Mapoldasu, kemarin. Poldasu Pulangkan 10 terapis khsusus gay, Satu orang ditetapkan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan intensif. Waspada/Ist
PARA terapis gay dan perekrut terapis saat diamankan di Mapoldasu, kemarin. Poldasu Pulangkan 10 terapis khsusus gay, Satu orang ditetapkan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan intensif. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Penyidik Dit Reskrimum Poldasu pulangkan 10 terapis pijat ‘plus-plus’ khusus gay (homo seks) setelah melakukan pemeriksaan intensif.  Sementara satu orang ditetapkan sebagai tersangka.

Poldasu pulangkan 10 terapis khusus gay, karena mereka menjadi korban praktik pijat ‘plus-plus itu.

Pemulangan para terapis itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Tatan Dirsan didampingi Kanit IV AKP Bayu Putra Samara.

“Dari hasil pemeriksaan, penyidik menyimpulkan para terapis ini sebagai korban,” katanya, Jumat (5/6) di Mapoldasu.

Tatan menyebutkan, dalam kasus prostitusi sesama lelaki itu penyidik telah menetapkan seorang berinisial A sebagai tersangka.

Dalam perannya, A sebagai penyedia/perekrut dan menerima fee dari hasil kerja para terapis tersebut.

Untuk tersangka A dikenakan pasal perdagangan orang atau human trafficking.

“Tersangka dikenakan pasal UU 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang dengan ancaman di lima tahun penjara,” sebutnya.

Dalam pasal itu disebutkan, bahwa untuk merekrut menampung dan menerima orang untuk tujuan eksploitasi, atau pemanfaatan fisik dan seksual.

Acanaman pidana seringan-ringannya 3 tahun dan selama-lamanya 15 tahun, dengan denda paling sedikit Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta.

Diberitakan sebelumnya, Polda Sumut membongkar praktik pijat ‘plus-plus’ khusus guy yang berada di Komplek Setia Budi II Ringroad Medan, Sabtu (31/5).

Dari pengungkapan itu polisi mengamankan 11 pria, alat kontrasepsi, uang dan handpone.

“Ada 11 orang diamankan semuanya laki-laki. Dimana 1 orang berinisial A sebagai perekrut  dan yang menyediakan tempat.

Sedangkan lainnya adalah terapis,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar kepada wartawan, Rabu (3/6).

Menurutnya, praktik pijat tersebut terbilang aneh karena semua terapisnya lelaki.

Kemudian yang menyiapkan juga laki-laki, dan dari hasil penyelidikan klien atau pasiennya juga semuanya laki-laki.

“Lebih aneh lagi ada kondom dan alat kontrasepsi ditemukan di TKP,” sebutnya mengatakan praktik tersebut berjalan sekira dua tahun. (m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2