Waspada
Waspada » Poldasu Diminta Ungkap Aktor Intelektual Selewengkan Bansos Covid-19
Medan

Poldasu Diminta Ungkap Aktor Intelektual Selewengkan Bansos Covid-19

ANGGOTA DPRD Sumut, M Aulia Rizki Agsa. Poldasu diminta ungkap aktor intelektual selewengkan bansos Covid-19. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut, M Aulia Rizki Agsa. Poldasu diminta ungkap aktor intelektual selewengkan bansos Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Poldasu dan jajarannya diminta ungkap siapa aktor intelektual yang diduga selewengkan dana bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak Covid-19.

“Poldasu diminta serius ungkap aktor intelektual yang diduga selewengkan atau menyunat bansos untuk warga terdampak Covid-19 di kabupaten/kota,” tegas anggota DPRD Sumut, DPRD, M Aulia Rizki Agsa (foto) kepada Waspada, Kamis (4/6).

Politisi Gerindra ini merespon langkah Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Poldasu yang mengusut dugaan penyelewengan dana bansos (bantuan sosial) pandemi Covid-19 di lima daerah.

Kelima daerah itu adalah Kota Medan, Pematang Siantar,Toba, Samosir, dan Deli Serdang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Rony Samtana di Medan mengatakan, tim penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Timnya pun masih mengumpulkan bukti-bukti kasus dugan korupsi dana bansos Covid-19 tersebut.

Terhadap hal ini, anggota DPRD Sumut, Rizki Aqsa menegaskan, Poldasu harus serius.

Ini dimaksudkan agar tidak akan ada lagi orang yang berani menyelewengkan bansos Covid-19, terutama di Kota Medan.

“Langkah Poldasu ini dilakukan tentu saja setelah menerima berbagai laporan dari elemen masyarakat di Sumut,” katanya.

Menyinggung adanya aksi-aksi demo dari ibu-ibu di Medan Labuhan terkait bantuan dana bansos Covid-19, Rizki mengaku sudah turun ke lokasi.

Dia sudah menerima berbagai laporan dari warga setempat.

Menurut Aqsa, hal itu terjadi karena adanya dugaan pendataan terhadap warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kota.

Temuan

“Kami juga mendapatkan  temuan di sejumlah kelurahan di Kota Medan lain yang perlu ditelusuri,” ujarnya.

“Karena diduga bantuan dari pusat, provinsi dan kab/kota sudah diberikan, namun tidak disalurkan,” ujar anggota dewan dari Dapil I Medan A ini.

Dari hasil temuannya di beberapa lingkungan dan kelurahan, Aqsa mendengarkan keluhan warga yang melaporkan ada pihak yang tak patut menerima bansos bahkan ada yang double.

“Terhadap ini, saya minta Plt Walikota Medan untuk bertindak tegas dan menghukum berat kepada pemain-pemain yang berani menyelewengkan dana bansos,” katanya.

Temuan tersebut sudah disampaikan Aqsa ke berbagai pihak untuk ditelusuri kemungkinan adanya pemotongan, penyalahgunaan bansos, terutama di Medan.

Kepada para camat, lurah dan kepala lingkungan diminta agar berani menempelkan di papan pengumuman di masing-masing wilayah.

Terutama daftar nama penerima bantuan dari pusat, provinsi maupun kota.

“Supaya tidak terjadi tumpang tindih,” katanya.

Terkait Medan yang jadi sasaran penyelidikan penyelewengan bansos, Aqsa memberikan dukungan agar ditindaklanjuti.

“Kapoldasu harus serius, kita siap memberikan laporan dari hasil temuan kita di sejumlah kelurahan di Kota Medan,” pungkasnya. (cpb)

 

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2