Waspada
Waspada » Polda Sumut Tembak Mati Pengedar Narkoba
Medan

Polda Sumut Tembak Mati Pengedar Narkoba

KAPOLDA Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan pengungkapan peredaran 100 Kg sabu di RS Bhayangkara Medan, Selasa (18/8). Waspada/gito ap
KAPOLDA Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan pengungkapan peredaran 100 Kg sabu di RS Bhayangkara Medan, Selasa (18/8). Waspada/gito ap

MEDAN (Waspada): Dit Reserse Narkoba Polda Sumut menembak mati seorang tersangka sindikat peredaran narkoba Jakarta-Medan, karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan kasus itu.

“Seorang tersangka berinisial ST yang ditangkap di Jakarta ditembak saat dilakukan pengembangan di Medan. Ia melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam, ada anggota yang terluka,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat menjelaskan kasus itu di RS Bhayangkara Medan, Selasa (18/8).

Pengungkapan peredaran 100 Kg sabu serta puluhan ribu pil ekstasi itu dilakukan sekira dua bulan, mulai 19 Juni.

Saat itu polisi berhasil mengamankan 23 Kg sabu dari tersangka DEJ alias Dian di Medan.

Tim Dit Reserse Narkoba Polda Sumut kemudian melakukan pengembangan ke Jakarta, dan pada 15 Agustus ditangkap seorang tersangka HW di Jalan Kali Baru Barat 7 Jakarta Utara dengan barang bukti 50 Kg sabu dan 25 ribu pil ekstasi.

Di hari yang sama, tim kembali meringkus tersangka ST alias Aliung di Jalan Raya Cilincing Kalibaru, Jakarta dan diamankan  barang bukti 2 karung plastik berisi 50 bungkus teh China dengan berat keseluruhan 50 Kg dan 1 kotak fiber berisikan 5  bungkus plastik transparan berisikan pil ekstasi sebanyak 25 ribu butir.

“Pengakuan tersangka ST narkotika tersebut akan diantar ke gudang di Medan,” sebut Kapolda.

Selanjutnya, Senin (17/8) dilakukan pengembangan dengan penyerahan narkoba yang diawasi petugas di salah satu gudang kawasan KIM 3 Medan.

Namun saat itu tersangka ST melakukan perlawanan, menyerang salah satu petugas dengan sebilah parang.

“Korban mengalami luka bacok, sehingga dilakulan tindakan tegas, menembak pelaku,” sebut Kapolda.

Tersangka ST selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Dijelaskannya bahwa pengembangan kasus itu ke Jakarta atas informasi masyarakat.

“Saya sampaikan bahwa peran masyarakat sangat diharapkan dalam pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Ia juga berharap media memberi edukasi mengenai bahaya narkoba sehingga dengan begitu dapat menyelamatkan generasi dari pengaruh narkoba.

“Kita harus bersatu dan berkomitmen menjadikan narkotika sebagai musuh bersama demi anak, keluarga serta lingkungan yang kita cintai,” sebutnya.(m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2