Waspada
Waspada » PN Sidangkan Temuan Sabu Di Mess Pemkot Tanjungbalai
Medan

PN Sidangkan Temuan Sabu Di Mess Pemkot Tanjungbalai

SUASANA persidangan terdakwa yang digelar virtual di ruang Cakra III PN Medan. PN sidangkan kasus temuan sabu di mess Pemkot Tanjungbalai. Waspada/Rama Andriawan
SUASANA persidangan terdakwa yang digelar virtual di ruang Cakra III PN Medan. PN sidangkan kasus temuan sabu di mess Pemkot Tanjungbalai. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Jaksa penuntut umum Chandra Naibaho menghadirkan sejumlah saksi dalam sidang perkara temuan sabu di Mess Pemkot Tanjungbalai dengan terdakwa Jimmy Sitorus Pane Alias Jimmy dan Chairuddin Panjaitan Alias Rudi.

Salah satu saksi yang dihadirkan yakni Husnul, selaku penerima tamu mess yang beralamat di Jl Karya Jaya Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor.

Dalam berkas dakwaan jaksa, ternyata diketahui sabu itu ditemukan di kamar khusus untuk Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungbalai. Lantas, jaksa Chandra menanyakan saksi, mengapa orang biasa bisa menempati kamar khusus untuk sekda.

“Setahu saya kamar khusus Sekda itu, tidak bisa dikasi (dipakai) oleh orang lain. Kamu ada perintah? Kenapa harus di kamar sekda,” tanya jaksa ke saksi dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/2).

Menurut saksi, kamar sekda digunakan dikarenakan saat itu seluruh kamar telah digunakan oleh klub futsal, sehingga yang tersisa hanya kamar khusus sekda. “Ada klub futsal waktu itu, jadi yang tersisa kamar Sekda, Wali Kota,” katanya.

Lantas jaksa pun menanyakan siapa pengelola Mess Pemko Tanjungbalai. Saksi menyebut, pengelolaan mess ada pada Kabag Umum Tanjungbalai. Saksi mengatakan, kamar khusus sekda bisa saja digunakan oleh tamu lain, namun harus seizin Kabag Umum selaku pengelola.

Mendengar penjelasan saksi, jaksa Chandra lantas menanyakan kembali apakah ia sebelumnya sudah meminta izin. “Ada tidak kamu meminta izin ke Kabag Umum untuk menggunakan kamar Sekda?,” tanya JPU.

Saksi mengakui kalau sebelumnya, ia tidak ada meminta izin kepada Kabag Umum terkait penggunaan kamar Sekda tersebut untuk para terdakwa.

Selanjutnya, jaksa mencecar saksi kembali apakah ada menerima uang dari para terdakwa, agar dapat menggunakan kamar Sekda, saksi pun menjawab tidak ada.

“Tidak ada (minta izin ke Kabag Umum), saya tidak ada terima uang (dari terdakwa) cuma uang sewa Rp100 ribu per malam,” ungkap saksi.

22 Kaleng Roti

Sementara, mengutip dakwaan jaksa dijelaskan, temuan sabu di mess Pemkot Tanjungbalai berawal pada 25 September 2020 lalu, saat terdakwa I Jimmy disuruh oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal mengambil 22 kaleng roti besar.

Di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh Cina yang masing-masing bungkus berisi 1 kg narkotika jenis sabu, sehingga berat seluruh sabu, yakni 10 kg, yang telah diletakkan di Jl. Masjid Tanjungbalai.

Kemudian terdakwa I lalu pergi bersama dengan terdakwa II Chairuddin Panjaitan mengambil kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat sabu, yang seluruhnya seberat 10 kg tersebut.

Lalu terdakwa pergi membawa 2 buah kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh cina yang berisikan narkotika jenis sabu, yang seluruhnya seberat 10 kg tersebut ke Medan.
Kemudian pada 26 September 2020, kedua terdakwa menginap di kamar yang ada di Mess Pemko

Tanjungbalai, Jl.Karya Jaya Kel Gedung Johor Kec Medan Johor, Medan, tepatnya kamar No 205.

Kedua terdakwa pun menyimpan sabu 10 kg itu, di dalam lemari kamar. Selanjutnya sekira pukul 19.00, keduanya pergi mengantarkan 2 kg sabu, kepada seseorang yang disebut Ijal (DPO) ke Jl Sisingamangaraja Medan.

Sekira pukul 20.00, terdakwa I dan terdakwa II kembali mengantarkan 3 kg sabu ke Jl Sisingamangaraja.

Pada saat terdakwa I meletakkan narkotika jenis sabu seberat 3 kg di aspal jalan, tiba-tiba datang petugas kepolisian Polrestabes Medan dan langsung melakukan penangkapan.

Petugas kepolisian Polrestabes Medan juga menemukan serta menyita 2 kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik teh cina berisikan narkotika jenis sabu seberat 5 kg di penginapan para terdakwa.

Kemudian para terdakwa, mengakui telah membawa 10 kg sabu ke Medan namun 2kg berhasil mereka antar kepada Ijal, dan mendapat upah sebesar Rp40 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut. (m32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2