PMI Sebut Masyarakat Masih Takut Donor Darah

PMI Sebut Masyarakat Masih Takut Donor Darah

  • Bagikan
DONOR DARAH. PMI sebut masyarakat masih takut donor darah. Ilustrasi
DONOR DARAH. PMI sebut masyarakat masih takut donor darah. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Donasi donor darah di pandemi Covid-19 tidak banyak didapatkan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Medan dibandingkan sebelum pandemi. Hal itu disebabkan karena masih ada ketakukan diri dari masyarakat.

Sedangkan permintaan darah tidak berkurang, bahkan terus bertambah karena para penderita Covid-19 juga ada yang membutuhkan darah. Berapapun stok darah yang masuk tetap akan keluar dalam jumlah banyak.

“Misalnya masuk 200 kantong dalam 1 hari bisa langsung habis untuk distribusi ke rumah sakit maupun pengambilan langsung ke gedung UDD PMI Kota Medan, sehingga kestabilan stok terganggu,” kata Kasie Pelayanan Teknik Laboratorium dan BDRS UDD PMI Medan dr Ira Fitriyanty Putri Lubis kepada wartawan, Minggu (14/3/2021).

Guna memenuhi stok darah, pihaknya melakukan kegiatan mobile unit donor darah maupun kegiatan donor darah di dalam gedung UDD PMI Medan setiap harinya.

Pihaknya juga memberlakukan sistem donor keluarga dan donor pengganti disaat kondisi stok darah memang sangat krisis atau bahkan sempat kosong sama sekali.

Sisi lain, tim Pencarian Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) atau lebih dikenal humas selalu berupaya mencari dan sosialisasi dari sosmed, media cetak maupun elektronik.

Ini dimaksudkan agar dapat menarik para calon donor untuk membantu tim UDD PMI Medan dalam menjaga kestabilan stok darah di Kota Medan khususnya.

“Banyak komunitas sosial, instansi pemerintahan, TNI/Polri, rumah-rumah ibadah, dan lainnya turut membantu PMI dalam hal kegiatan mobile unit guna untuk menjaga kestabilan stok darah tadi,” ujarnya.

Namun demikian, stok darah saat ini masih terbilang cukup aman untuk memenuhi kebutuhan distribusi darah maupun permintaan ke gedung UDD PMI Kota Medan. “Saat ini stok darah yang tersedia sekitar 300-400 kantong. Kebutuhan Medan sebanyak 150-200 kantong per harinya,” ujarnya ditambahnya donasi donor darah dari kegiatan mobile unit hari ini mudah mudahan stok darah tetap stabil ke depannya.

Sesuai Kebutuhan

Disinggung permintaan darah dari rumah sakit untuk pasien, Ira mengklaim pihaknya saat ini masih bisa memenuhi sesuai dengan kebutuhan berdasarkan permintaan dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).

Menurutnya, stok darah di UDD PMI Kota Medan untuk saat ini per tanggal 14 maret 2021 masih bisa untuk memenuhi, namun tidak tahu bagaimana untuk ke depannya.

Hal itu disebabkan karena stok darah setiap saat akan berubah dalam kategori stabil atau tidak bergantung dari pendonor sukarela yang bersedia untuk donor ke UDD PMI Medan atau dikegiatan mobile unit yang dilakukan.

Pada kesempatan ini, ia mengatakan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) per kantong sebesar Rp360 ribu. Harga itu sudah ada ketetapannya secara nasional. Namun jika ada permintaan darah dengan permintaan khusus, maka akan adaa biaya BPPD yang berbeda.

“Seperti kebutuhan darah untuk anak-anak atau kami menyebutnya pediatrik, untuk permintaan tromboapheresis/plasmapheresis ada lagi BPPD-nya yang berbeda. Tapi, secara umum BPPD darah Rp360 ribu,” tandasnya. (cbud)

  • Bagikan