'; if(idfa.length > 0){ srcText += '&idfa=' + idfa; } else if(aaid.length > 0){ srcText += '&advertising_id=' + aaid; } if(appbundle.length > 0){ srcText += '&appbundle=' + appbundle; } script.src =srcText; if(div != null){ div.appendChild(script); } })(); Plt Ketua DPC PD Humbahas Kecam Wawancara Lokot Di Kanal You Tube

Plt Ketua DPC PD Humbahas Kecam Wawancara Lokot Di Kanal You Tube

  • Bagikan
PLT Ketua DPC PD Humbahas yang juga salah satu pengurus BPOKK DPD Sumut Jonni Naibaho. Waspada/Ist
PLT Ketua DPC PD Humbahas yang juga salah satu pengurus BPOKK DPD Sumut Jonni Naibaho. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Wawancara Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Lokot Nasution perihal perjalanan politik dan kehidupan dirinya di salah satu Channel You Tube memunculkan kontraversial di kalangan kader terutama di Sumatera Utara.

Plt Ketua DPC PD Humbahas yang juga salah satu pengurus BPOKK DPD Sumut Jonni Naibaho dalam keterangan persnya, Rabu (25/11) mengecam keras pernyataan Lokot di channel You Tube karena dinilai tidak etis, tidak sopan dan sangat tidak patut menceritakan kedekatan dirinya dengan Pak SBY dan AHY secara vulgar ke publik, tanpa dengan jelas apa urgensinya.

“Patut dimaknai bahwa yang bersangkutan ingin menarasikan kedekatan dirinya dengan Pak SBY dan AHY, dalam upaya skenarionya meloloskan dirinya menjadi calon di Musda DPD Sumut,” kata Jonni Naibaho.

Jonni menyebut apa yang diungkapkan Lokot dalam video tersebut tak lebih dari istilah Medannya, sebagai “tukang koyok”.

“Setahu saya, Lokot ini baru turun ke beberapa DPC saja mensosialisasikan pencalonannya setelah ada arahan atau bahkan tekanan daro oknum pengurus DPP kepada Ketua DPC untuk menerima kunjungan Lokot. Intinya mayoritas suara DPC tetap loyal kepada Armyn Simatupang,” tegasnya.

Adalah sebuah fakta yang terbalik jika Lokot menyebut dia seolah-olah paling faham dengan Sumatera Utara dan paling siap membawa kejayaan Demokrat.

Jonni Naibaho juga menyatakan keheranannya atas kelantaman Lokot yang menyebut dirinya tidak bisa membiarkan DPD Sumut itu dipimpin oleh orang yang tak faham dengan apa yang menjadi program DPP.

“Lokot ini apa rekam jejaknya? Ketokohan apa yang ada pada dirinya sehingga mengklaim harus dirinya yang turun memimpin DPD Sumut,” tegas Jonni.

Ia pun meminta Lokot untuk berkaca dan menimbang-nimbang diri, apakah pantas dan lebih baik dari kader lainnya di Musda Sumut.

Ia juga menyarankan Lokot untuk meminta maaf ke Pak SBY dan Ketum AHY yang telah ia tarik-tarik demi ambisinya menjadi Ketua DPD Sumut.

“Terus terang ya, pendaftaran dukungan DPC untuk Lokot ke DPP itu belum jelas karena tidak ada satu pun yang merupakan dukungan tunggal DPC. Kan tidak mungkin BPOKK melanggar Peraturan Organisasi pelaksanaan musda,” tegasnya.

Kedekatan

Dalam konten You Tube itu, Lokot secara vulgar dengan versinya sendiri menceritakan kedekatan dirinya dengan Pak SBY, jauh sebelum dirinya resmi bergabung di keoengurusan DPP Partai Demokrat pada 2020.

Ia bahkan ketika masih aktif sebagai ASN, sudah banyak kenal dan dekat dengan sejumlah pengurus partai, bahkan diberi kepercayaan untuk menjalankan tugas dari partai.

Lokot juga menegaskan bergabung ke DPP Partai Demokrat untuk membalas kebaikan partai kepadanya, karena di masa lalu dengan usaha yang dijalankannya ia mendapatkan banyak keuntungan.

Dalam wawancara itu, Lokot juga mengaku dirinya adalah salah satu orang yang pertama meminta AHY menjadi calon Gubernur DKI.

Ia juga mengaku sudah melaporkan rencana dirinya menjadi Calon Ketua DPD Sumut kepada AHY dan telah mendapatkan persetujuan. (cpb/A)

  • Bagikan