Waspada
Waspada » Plasma Konvalesen Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19
Medan

Plasma Konvalesen Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19

COVID-19. Plasma konvalesen bantu sembuhkan pasien Covid-19. Ilustrasi
COVID-19. Plasma konvalesen bantu sembuhkan pasien Covid-19. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Untuk mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19), sejak 13 Januari 2021, pemerintah telah melaksanakan program vaksinasi secara gratis dengan menggunakan vaksin buatan Sinovac Lifescience. Kini sedang digunakan donor plasma konvalesen yang diharapkan dapat bantu sembuhkan pasien Covid-19.

Selain itu, pemerintah kini tengah mempersiapkan vaksin Covid-19 buatan Indonesia yang dinamakan vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara. Keduanya sudah dalam tahap pengerjaan uji klinis.

Namun, ada metode lain yang dapat digunakan untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19. Yaitu melalui donor plasma konvalesen.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, dr Harry Butarbutar Sp.B menjelaskan pada Minggu (21/2) bahwa plasma konvalesens adalah plasma darah yang mengandung antibodi Covid-19 yang berasal dari pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19.

Plasma tersebut bisa mengeliminasi virus sehingga diharapkan infeksi bisa terputus dan meningkatkan antibodi pada penderita Covid-19.

Artinya, lanjut Harry Butarbutar, vaksinasi berbeda tujuan dengan plasma konvalesen. Karena vaksinasi untuk orang yang sehat. Sedangkan plasma konvalesen adalah untuk terapi pasien yang sedang dirawat dengan penyakit Covid-19. Tidak ada hubungan antara vaksinasi dengan plasma konvalesen ini.

Penyintas Covid-19

Donor plasma konvalesen ini, lanjutnya, dapat dilakukan bagi penyintas Covid-19 minimal 2 minggu sampai dengan 3 bulan sejak dinyatakan sembuh dengan hasil swab RT-PCR negatif. Jarak untuk mendonorkan plasmanya kembali adalah 2 minggu dari donor terakhir.

Pendonor juga tidak memiliki riwayat penyakit stroke, hipertensi, diabetes mellitus dan penyakit metabolik lain dengan usia 18-60 tahun dan berat minimal 55 Kg.

“Diutamakan laki-laki ataupun wanita yang belum pernah hamil serta mengikuti prosedur dan tahap-tahap pemeriksaan,” bebernya.

Donor plasma ini sendiri hanya diberikan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi Covid-19 sedang ke berat berdasarkan penilaian dokter dengan mempertimbangkan kondisi pasien.

Karenanya, ia mengajak para penyintas atau masyarakat yang telah sembuh dari Covid-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen guna membantu penyembuhan pasien lainnya.

Saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui UDD PMI Kota Medan. Selain sarana dan prasarana yang dipastikan steril, petugas pelayanan plasma konvalesen juga telah mendapatkan pelatihan
di UDD Pusat.

“Karena itu, para pendonor plasma konvalesen jangan ragu untuk mendonorkan plasmanya. Tidak ada ruginya, tidak menimbulkan penyakit, waktu pengambilan cuma setengah jam dan tidak mengurangi darah, karena cuma plasmanya mau diambil. Tidak menurunkan HB (hemoglobin), tidak membuat kepala pusing. Manfaatnya malah lebih besar,” pungkasnya. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2