PKPA Sumut Minta Kemendikbud Evaluasi PJJ

PKPA Sumut Minta Kemendikbud Evaluasi PJJ

  • Bagikan
DIREKTUR Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi meminta Kemendikbud untuk melakukan evaluasi terpadu terhadap sistem Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ). Waspada/Ist
DIREKTUR Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi meminta Kemendikbud untuk melakukan evaluasi terpadu terhadap sistem Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Direktur Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi (foto), minta Kemendikbud untuk melakukan evaluasi terpadu terhadap sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

PKPA Sumut minta Kemendikbud evaluasi PJJ sebagai sarana mendapatkan informasi dari para siswa, apakah mereka nyaman dengan sistem PJJ saat ini.

Demikian Keumala Dewi, Senin (19/10) sekaitan kasus bunuh dirinya seorang siswa SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, tewas usai diduga bunuh diri dengan menenggak cairan racun.

“Sangat miris kita membaca berita ini. Maka, saya pikir Kemendikbud sangat perlu evaluasi PJJ ini,” kata Keumala Dewi.

Dalam pandangan Keumala, sering kali, murid diberikan tugas, tanpa dicek apakah ada kendala dalam menyelesaikan tugas tersebut. Bisa jadi anak ini adalah anak yang pintar, dan mampu menyelesaikan tugasnya.

Namun karena kendala jaringan membuatnya sulit menyelesaikan tugas dan akhirnya berdampak pada depresi

“Belum lagi, keluarga tidak menyediakan dukungan baginya dalam mengerjakan tugas tugasnya. Dalam kejadian ini, selain faktor tugas dari sekolah yang tidak friendly dengan keadaan anak, faktor dari keluarga juga mendorong anak berbuat nekat.

“Di dalam situasi yang serba sulit ini, orang tua harus pintar-pintar membagi waktu untuk memberi dukungan dan membantu anak dalam menjalani proses PJJ

Komunikasi dua arah antara orang tua dengan guru juga harus ditingkatkan. Agar kendala yang dapat membuat anak mendapatkan kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya, dapat diantisipasi,”ucapnya.

Sebelumnya diberitakan,oasng siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, tewas usai diduga bunuh diri dengan menenggak cairan racun.

Dari hasil penyelidikan sementara polisi, korban yang berinisial MI (16) diduga sempat merekam aksi nekatnya dengan ponsel miliknya. Video berdurasi 32 detik itu telah diamankan polisi.

Sementara itu, siswi pelajar kelas 2 SMA tersebut ditemukan terbujur kaku di bawah tempat tidurnya pada Sabtu, (17/10) 08.30 Wita, oleh sang adik, IR (8).

“Korban ditemukan pertama kali oleh adiknya, sebab saat kejadian seluruh anggota keluarganya tengah berkebun” kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi Kepolisian Gowa, Sulawesi Selatan,atas pendalaman motif lain di balik dugaan bunuh diri seorang siswi tersebut.

Seorang siswi di Gowa diduga frustrasi karena sulitnya akses internet dan banyaknya beban tugas selama mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (m22)

  • Bagikan