Waspada
Waspada » Pilkada Kota Medan Diharapkan Jangan Jadi Perang Saudara
Medan

Pilkada Kota Medan Diharapkan Jangan Jadi Perang Saudara

PENGAMAT politik DR H Sakhyan Asmara MSP. Pilkada Kota Medan diharapkan jangan jadi perang saudara. Waspada/Ist
PENGAMAT politik DR H Sakhyan Asmara MSP. Pilkada Kota Medan diharapkan jangan jadi perang saudara. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengamat politik DR H Sakhyan Asmara MSP (foto) meminta kepada dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Medan dapat berkompetisi secara santun dan sehat. Pilkada ini diharapkan jangan jadi ajang perang saudara.

“Dilihat dari dua paslon di Pilkota Kota Medan, saya kira keduanya masih terhitung saudara satu sama lain, maka bersainglah secara sehat, dan jangan jadikan Pilkada ini ajang perang saudara,” kata Sakhyan kepada Waspada, Rabu sore (2/12).

Dia merespon pesta demokrasi yang pencoblosannya tinggal menghitung hari, yakni tanggal 9 Desember. Untuk pilkada Kota Medan, kontestan diikuti dua paslon, yakni No urut 1 Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi, dan No 2 Bobby Nasution dan Aulia Rachman.

Menurut Sakhyan, kedua paslon itu diminta bangun dan jalinlah kebersamaan, dan persaudaraan, dengan tujuan tentu saja menggairahkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi pada perhelatan demokrasi ini.

“Perkara menang atau kalah, itu sudah biasa dalam sebuah lomba,” katanya.

Maka, untuk memenangkan sebuah kompetisi, rebutlah hati masyarakat dengan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas, bukan dengan memberi sembako atau uang.

Lebih-lebih pilkada serentak ini digelar di tengah pandemi Covid-19, harusnya ini jadi peluang bagi paslon mengajak masyarakat tidak takut mencoblos, asal dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kuatkan hati masyarakat ikut mencoblos, karena pemerintah sudah mengeluarkan aturan yang meberbagai larangan, dan kewajiban menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” ujarnya.

Sakhyan mengajak kedua paslon untuk berkompetisi bahkan ikut bersama mencegah penyebaran pandemi itu. Namun dia mengingatkan, kompetisi ini harus benar-benar dijalankan dengan tetap mengedepankan semangat persaudaraan yang kuat.
“Karena kedua paslon kan bersaudara, kita minta ini benar-benar diperhatikan dan tidak terjebak jadi ajang perang saudara,” katanya mengingatkan.

Tidak Terprovokasi

Menyinggung adanya dinamika yang berkembang terkait aksi demo yang bersinggungan dengan ulama Habib Riziew Shihab (HRS), Sakhyan mengingatkan semua pemeluk agama untuk tidak terprovokasi dengan ajakan yang dapat mengganggu ketentraman, toleransi dan kehidupan umat beragama di Sumut.

“Saya bermohon untuk mencermati permasalahannya dengan baik, agar kita tidak terpengaruh pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Menyinggung HRS, Sakhyan berpendapat, ulama ini dikenal sebagai tokoh yang amar makruf nahi mungkar, yang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam.

“Kendati demikian, dengan tidak bermaksud berpihak pada HRS, marilah kita serahkan kepada pihak berwenang jika diduga ada pelanggaran yang dilakukan beliau,” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2