Waspada
Waspada » Pihak Rumah Sakit Diingatkan Jaga Kondisi Tenaga Medisnya
Medan

Pihak Rumah Sakit Diingatkan Jaga Kondisi Tenaga Medisnya

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi MSc, yang juga wakil Sekretaris GTPP Covid-19 Pemko Medan mengingatkan agar rumah sakit senantiasa jaga kondisi tenaga medisnya. Waspada/Ist
KEPALA Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi MSc, yang juga wakil Sekretaris GTPP Covid-19 Pemko Medan mengingatkan agar rumah sakit senantiasa jaga kondisi tenaga medisnya. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pihak rumah sakit diingatkan untuk tetap jaga kondisi tenaga medisnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Pihak rumah sakit diingatkan jaga kondisi tenaga medisnya dan juga harus memperhatikan fisik dan keselamatan mereka yang bertugas, baik yang melayani pasien Covid-19 maupun yang melayani pasien biasa.

Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi MSc (foto), kepada Waspada, Rabu (16/9).

Menurutnya, rumah sakit perlu memperketat pengawasan dan aturan, karena tenaga medis dan lingkungan rumah sakit itu sendiri sangat rentan akan penularan virus Corona.

Sementara bagi tenaga medis yang bertugas di masa pandemi Covid-19 ini, diingatkan harus tetap waspada dan menjaga kondisi agar tetap fit.

“Rumah sakit harus memperhatikan fisik para tenaga medisnya. Para dokter maupun tenaga perawat juga harus tetap waspada dan menjaga tubuh tetap fit,” katanya.

Kata Edwin, jika dokter bekerja menangani pasien terus-menerus, dipastikan tenaga, kemampuan dan pikiran tentu akan terkuras dan menurun. “Atur waktu dengan baik. Istirahat yang cukup dan selalu waspada,” sebut Edwin.

Mengatur waktu diperlukan selama masa pandemi ini. “Dokter maupun perawat yang bertugas di ruang isolasi disarankan istirahat 14 hari, sebelum menangani pasien non Covid,’’ kata Edwin.

Hal tersebut mengingat sudah 13 dokter dari Ikatan Dokter Indoensia (IDI) Medan meninggal dunia terpapar Corona, baik yang langsung menangani pasien Covid-19 maupun non Covid-19.

Ke-13 dokter tersebut yakni Ucok Martin, Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Anna Mari Ulina Bukit, Aldreyn Asman Aboet, Andika Kesuma Putra, Ahmad Rasyidi Siregar, Dennis, Sabar Tuah Barus, Daud Ginting, Edwin Marpaung, Ifan Syahputra, dan Sutrisno.

Pada kesempatan itu, Edwin yakin seluruh rumah sakit telah menerapkan aturan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang baik.

Namun begitupun, pihak rumah sakit kembali diingatkan agar senantiasa memperketat pengawasan dan meningkatkan aturan guna mencegah penyebaran serta penularan virus Corona tersebut.

“Blok ruang isolasi pasien Covid harus terpisah. Pintu keluar dan masuk harus berbeda dari ruang yang menangani pasien non Covid,” ujar Edwin mencontohkan.

Positif 4.930 Kasus

Sementara, update lengkap data Covid-19 di Kota Medan, 16 September 2020, jumlah pasien konfirmasi (positif) Covid-19 sebanyak 4.930 kasus.

Dari jumlah tersebut, yang menjalani perawatan 2.062 orang, meninggal dunia 217 orang, dan yang dinyatakan sembuh 2.651 orang.

Untuk pasien suspek (PDP) tercatat 6.531 kasus, dengan rincian 492 orang masih menjalani perawatan, 170 orang meninggal dunia, dan 5.869 orang telah dibenarkan pulang.

‘’Penyebaran Covid-19 di Kota Medan masih ada dan warga yang terpapar virus tersebut cenderung bertambah setiap harinya. Masyarakat harus tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,’’ tutur Edwin. (m29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2