Waspada
Waspada » PH Ketua KAMI Medan Protes Persidangan Online
Medan

PH Ketua KAMI Medan Protes Persidangan Online

SUASANA persidangan terdakwa Ketua KAMI Medan yang digelar online di Ruang Cakra II PN Medan. PH Ketua KAMI Medan protes persidangan online. Waspada/Rama Andriawan
SUASANA persidangan terdakwa Ketua KAMI Medan yang digelar online di Ruang Cakra II PN Medan. PH Ketua KAMI Medan protes persidangan online. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Tim penasehat hukum (PH) terdakwa Khairi Amri selaku Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, sempat berdebat panas saat sidang lanjutan yang digelar online di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/2).

Sebelum sidang dibuka oleh Hakim Ketua Tengku Oyong, terjadi keributan antara tim PH dengan majelis hakim dan jaksa penuntut umum. Keributan terjadi, karena tim PH sudah lama menunggu agar sidang online digelar.

Namun, begitu sidang akan dimulai, prasarana persidangan online tidak dapat terkoneksi dengan baik ke Rutan Polda Sumut tempat terdakwa di tahan.

Suara dari ruang pengadilan tidak bisa didengarkan terdakwa di RTP polda Sumut. Sontak saja, membuat tim PH meluapkan protes.

“Sudah sidang yang kedua kali ini pak, hakim, tapi kok infrastrukturnya masih seperti kemarin juga,” kata Ari Ardiansah salah satu tim PH terdakwa dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM). Mereka kecewa karena harus menunggu beberapa menit petugas di RTP Polda Sumut menyiapkan prasarana persidangan secara online.

Mendapat protes tersebut, hakim ketua sebagai pengendali sidang pun secara diplomasi memberikan penjelasan bahwa persidangan belum dibuka dan meminta agar bersabar, karena petugas IT di RTP Polda Sumut masih berusaha agar persidangan bisa terkoneksi ke ruangan persidangan.

“Saudara mau bersidang atau tidak? Ribuan perkara disidangkan secara teleconference di pengadilan ini. Masalahnya bukan di sini. Di RTP Polda. Kami juga harus memperhatikan rasa keadilan bagi yang lain. Tidak bisa begitu,” kata Hakim Tengku Oyong yang kemudian meminta agar tim jaksa dari Kejari Medan terus melakukan koordinasi dengan petugas IT di RTP Polda Sumut.

Setelah dikonfirmasi, terdakwa Khairi Amri didampingi terdakwa Wahyu Rasasi Putri lewat layar monitor menyatakan sudah bisa mendengar suara dari ruang pengadilan. Begitu sidang agenda pembacaan dibuka, tim PH kembali mempertanyakan perihal surat penetapan sidang sebagaimana yang diatur oleh Perma No. 4 Tahun 2020.

Sebab mengacu Perma No 4 Tahun 2020, majelis hakim ketika menggelar persidangan secara online (daring) harus melalui penetapan. Namun, menurut Hakim Tengku Oyong, penetapan majelis hakim dalam Perma tidak dijelaskan harus secara tertulis. Apalagi, penetapan sidang online secara lisan sudah disampaikan pada persidangan sebelumnya.

Dalam sidang itu, usai jaksa membacakan surat dakwaan, hakim ketua mempertegas agar sarana persidangan online ditingkatkan.

“Tolong saudara jaksa, alat komunikasi sidang ini diperbaiki, kita kasih kesempatan sekali lagi pekan depan dengan cara virtual. Jika tidak efektif juga, lebih baik kita sepakati agar terdakwa dihadirkan dalam persidangan ini,” kata hakim.

Ganjil

Terpisah, Eka Putra Zakran yang juga bagian tim PH terdakwa, sangat menyayangkan persidangan online tersebut. “Di samping sarana yang disediakan JPU tidak bagus, kita melihat ada yang ganjil tadi di layar monitor bahwa antara Khairi Amri dan Wahyu Rasasi Putri tidak ada jarak,” sebutnya.

“Di luar itu, ada yang janggal, mereka itu kan bukan muhrim. Katanya alasan Covid-19, makanya sidang online, eh tahunya mereka para terdakwa tak berjarak dan ruang sidang juga penuh sesak. Jadi bagus terdakwa dihadirkan saja ke persidangan,” sambungnya.

Diketahui Ketua KAMI Medan Khairi Amri dan rekannya Wahyu Rasasi Putri didakwa dalam perkara tindak pidana Informasi dan Transaksi (ITE). Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ketua KAMI Medan, Khairi Amri ditangkap polisi terkait aksi demo menolak Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law di Medan, pada September 2020 lalu. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2