Petani Asal Aceh Divonis 12 Tahun Penjara

Petani Asal Aceh Divonis 12 Tahun Penjara

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Terdakwa Samsuddin, warga Dusun Barat Desa Gampong Baru Kecamatan Peudada Kabupaten Bireun Prov. Aceh dihukum 12 tahun penjara. Pria yang bekerja keseharian sebagai petani ini, terbukti bersalah sebagai kurir sabu seberat 1kg.

Hakim Ketua Martua Sagala dalam amar putusan menyebutkan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, dengan berat melebihi 5 gram.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata hakim membacakan putusan dalam sidang di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (15/6).

Selain pidana penjara, jaksa juga membebankan pria tamatan SMP ini membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Pada sidang sebelumnya jaksa penuntut umum Agustin Tarigan meminta hakim agar menghukum terdakwa dengan pidana 13 tahun penjara.

Usai membacakan vonis, majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa maupun jaksa untuk memberikan tanggapan.

Terdakwa Samsuddin sebelumnya ditangkap polisi atas laporan masyarakat.

Dalam berkas dakwaan jaksa diketahui, kasus ini terjadi rentang waktu September 2020 lalu.

Dua orang petugas polisi dari Ditresnarkoba Polda Sumut, Fery Setiawan Ramadhan dan Mulya S. Tobing mendapat informasi dari informan tentang adanya seorang laki-laki bernama Samsuddin yang menjual dan menyediakan markotika jenis sabu dalam jumlah besar.

“Kemudian informan tersebut memberikan nomor handphone milik terdakwa, lalu saksi Mulya S. Tobing menghubungi nomor handphone milik terdakwa tersebut, dan saksi Mulya S. Tobing berpura-pura memesan narkotika jenis sabu sebanyak 1 kilogram, dan saat itu harga 1 kilogram narkotika jenis sabu tersebut disepakati seharga Rp380.000.000,” ungkap jaksa.

Kemudian pada 16 September 2020 saksi Mulya S. Tobing dan tim berangkat menuju ke Binjai dan sesampainya di Binjai saksi Mulya S. Tobing dan tim Ditresnarkoba Polda Sumut sekira pukul 21.00 saksi Mulya S. Tobing dihubungi oleh terdakwa dan mengatakan bahwa terdakwa menunggu di jalan Lintas Medan Banda Aceh Kel. Kebun Lada Kec. Binjai Utara, Binjai tepatnya di pinggir jalan depan Mesjid Taqwa.

“Mengetahui hal tersebut saksi Mulya S. Tobing dan anggota tim langsung mengatur strategi untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa, dan pada saat itu saksi Mulya S. Tobing dan saksi Fery Setiawan Ramadhan, langsung berangkat dengan menggunakan mobil menuju ke Jl.Lintas Medan Banda Aceh Kel.Kebun lada Kec. Binjai utara Kota Binjai,” urai jaksa.

Mengawasi

Sementara, anggota tim laim mengikuti dari belakang sambil mengawasi, kemudian sekira pukul 22.00 saksi Mulya S. Tobing dan saksi Fery Setiawan Ramadhan sampai di Jl.Lintas Medan Banda Aceh Kel.Kebun lada Kec.Binjai utara Kota Binjai tepatnya di pinggir jalan depan Mesjid Taqwa.

“Saat itu saksi Mulya S. Tobing dan saksi Fery Setiawan Ramadhan melihat terdakwa sedang menunggu di pinggir jalan depan mesjid Taqwa, kemudian saksi Mulya S. Tobing dan saksi Fery Setiawan Ramadhan langsung menghampiri terdakwa, kemudian saat itu terdakwa mengaku membawa narkotika jenis sabu yang dipesan, dan saksi Mulya S. Tobing dan saksi Fery Setiawan Ramadhan meminta kepada terdakwa untuk memperlihatkan arkotika jenis sabu yang dipesan,” ujar jaksa.

Saat itu terdakwa langsung membuka tas miliknya, dan mengeluarkan dari dalam tasnya 1paket narkotika jenis sabu. Mengetahui hal tersebut saksi Mulya S. Tobing dan saksi Fery Setiawan Ramadhan langsung menangkap terdakwa dan menyita 1 paket narkotika jenis sabu.

Terdakwa mengaku paket sabu tersebut adalah milik Marwan (DPO) yang berada di Batam, dan terdakwa hanya disuruh mengantarkan sabu tersebut kepada pembeli yang sudah ditentukan oleh Marwan.

Nantinya Marwan akan memberikan upah sebesar Rp10.000.000 jika sabu sudah sampai ke tangan pembeli. (m32).

 

  • Bagikan