Waspada
Waspada » Pesta Danau Toba Tak Berkait Pilkada
Medan

Pesta Danau Toba Tak Berkait Pilkada

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara (Disbudpar) Ria Telaumbanua memberi keterangan pers, di Medan, Senin (3/2). Pesta Danau Toba yang digelar tak berkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, yang sama-sama digelar Juni 2020. Waspada/Partono Budy
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara (Disbudpar) Ria Telaumbanua memberi keterangan pers, di Medan, Senin (3/2). Pesta Danau Toba yang digelar tak berkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, yang sama-sama digelar Juni 2020. Waspada/Partono Budy

Medan (Waspada): Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara (Disbudpar) Ria Telaumbanua menjelaskan, pesta Danau Toba digelar digelar Juni 2020 tak berkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, yang digelar pada bulan yang sama.

“Pesta Danau Toba tak berkait Pilkada, walau bulan yang kami usulkan sama, yakni bulan Juni 2020,” kata Kadisbudpar, Ria Telaumbanua kepada pers di Medan, Senin (3/2).

Dia mengatakan hal itu usai rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Sumut, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), delapan kabupaten di seputaran Danau Toba dan pihak lainnya, di ruang dewan.

Hadir mendampingi Ria, Sekretaris Disbudpar Avon Nasution, Kabid Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Drs Rismaria Hutabarat, Kabid Bidang Bina Pemasaran Pariwisata, Bina Objek dan Usaha Pariwisata.

“Jadi tidak ada kaitannya dengan Pilkada, ya. Ini murni usulan bahwa pesta Danau Toba bertepatan dengan libur sekolah,” kata Ria.

Karenanya, usul Festival Danau Toba tahun antara 2-5 Juni 2020 dirasa tepat karena anak sekolah dapat menikmati acara ini secara penuh.

Ria menyampaikan usulan jadwal pelaksanaan kepada pihak legislatif di hadapan BPODT maupun delapan pemerintahan kabupaten di kawasan Danau Toba.

Pilkada Serentak

Namun usulan ini tidak serta merta diterima DPRD Sumut. Ada beberapa pertimbangan DPRD, sehingga mereka ragu dilakukan pada bulan Juni.

Sebab, di bulan itu akan dilaksanakan Pilkada serentak 23 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Berbenturan dengan jadwal pilkada, menurut Ria kurang pas.

“Justru jika dilakukan setelah pilkada akan membuat suasana semakin kurang pas,” katanya.

“Kalau pilkada, sebenarnya tidak begitu berpengaruh dengan jadwal, cuma konsentrasi kemungkinan akan kurang maksimal,” ujarnya.

“Kalau kita rasa itu tidak jadi masalah, kalau kita menggangap itu tidak masalah. Sedangkan jika dilakukan setelah pilkada, dikhawatirkan kepala daerahnya masuk yang baru,” katanya.

“Kalau dilakukan sebelum pilkada, ada beberapa daerah yang mendukung, di antaranya Kabupaten Simalungun,” ujar Ria.

Akan tetapi, kita sarankan agar dilakukan di bulan November atau Desember

Dalam festival tahun ini, Ria mengaku masih mengadopsi konsep lama. Hanya saja, ada konsep tambahan. Terutama di kalangan milenial dan kegiatan olahraga. Itu dilakukan untuk menambah daya tarik wisatawan untuk hadir.

“Jadi anggaran yang kita siapkan sekitar Rp 2,6 miliar, mudah-mudahan akan ada bantuan dari pihak lain, misalnya BPODT dan CSR dari perusahaan swasta dan lainnya.

“Tujuannya, agar banyak kaum milenial yang datang, misalnya kegiatan seribu tenda, tujuan kita agar mereka datang dan mereka bisa menjadi sponsor dengan bermedsos. Sedangkan konsep sport, kita harapkan agar pecinta olahraga bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2