Waspada
Waspada » Pesantren Ulumul Qur’an Islamic Boarding School Gelar Hari Santri
Medan

Pesantren Ulumul Qur’an Islamic Boarding School Gelar Hari Santri

PEMBINA Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Islamic Boarding School, KH Sutan Sahrir Dalimunthe MA menjadi pembina upacara Hari Santri Nasional. Waspada/Anum Saskia
PEMBINA Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Islamic Boarding School, KH Sutan Sahrir Dalimunthe MA menjadi pembina upacara Hari Santri Nasional. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Islamic Boarding School, di Jl Timor Ujung No 5 Gaharu Medan Timur, gelar Hari Santri, Kamis (22/10).

Pesantren Ulumul Qur’an Islamic Boarding School gelar Hari Santri, yang dilaksanakan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes) karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Pendiri sekaligus Pembina Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Islamic Boarding School, KH Sutan Sahrir Dalimunthe,MA, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanat yang dibacakannya, dia memaparkan tentang Ikrar Santri. “Saya berharap seluruh santri bisa melaksanakan ikrar santri dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan sangat berguna untuk masa depan dunia dan akhirat,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar pendidik di pesantren melakukan evaluasi terkait pembelajaran yang sudah diberikan kepada santri.

Adapun ikrar yang dibaca dan dianjurkan direalisasikan, yakni Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berikrar :

1. Sebagai Santri NKRI, berpegang teguh pada aqidah ajaran nilai dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

2. Sebagai Santri NKRI, bertanah air satu, tanah air Indonesia, beriideologi negara satu, ideologi Pancasila, berkonstitusi satu, UUD 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Sebagai Santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.

4. Sebagai Santri NKRI, berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahtraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan.

5. Sebagai Santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentengan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2