Waspada
Waspada » Pesantren Mazila Daarussalaam Berikan Pendidikan Gratis
Medan

Pesantren Mazila Daarussalaam Berikan Pendidikan Gratis

KETUA Yayasan Pondok Pesantren Mazila Daarussalaam Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf saat menyampaikan sambutannya di depan majelis pada peresmian Ponpes Mazila Daarussalaam di Dusun XXIV Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, Minggu (16/2). Pesantren ini memberikan pendidikan gratis untuk para santri. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
KETUA Yayasan Pondok Pesantren Mazila Daarussalaam Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf saat menyampaikan sambutannya di depan majelis pada peresmian Ponpes Mazila Daarussalaam di Dusun XXIV Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, Minggu (16/2). Pesantren ini memberikan pendidikan gratis untuk para santri. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Pesantren Mazila Daarussalaam berikan pendidikan gratis untuk santri. Ini dilakukan sebagai wujud keprihatinan dengan kondisi anak-anak usia sekolah, khususnya di Sekolah Dasar, yang belum bisa membaca atau berhitung.

Pesantren Mazila Daarussalaam berikan pendidikan gratis untuk santri juga semata-mata membantu orangtua yang ingin memasukkan putra-putrinya belajar di pesantren. Adapun pendidikan yang diberikan mencakup pendidikan umum dan keagamaan.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Majelis Zikir Ashsholah Daarussalaam Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf, usai meresmikan pesantren yang diasuhnya itu, Minggu (16/2) di Dusun XXIV Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf, pihaknya dengan kondisi anak-anak usia sekolah khususnya di Sekolah Dasar yang banyak belum bisa membaca atau berhitung.

Bahkan pendidikan agamanya sangat memprihatinkan.

“Pondok Pesantren Mazila Daarussalaam hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu pemerintah,” katanya.

Terutama dalam mencerdaskan bangsa dan memberikan pendidikan agama yang mendalam kepada para santri yang datang dan belajar di pondok pesantren ini.

Dijelaskan Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf, santri-santri yang belajar di Ponpes Mazilah Daarussalaam yang akan dididik guru-guru berpengalaman.

Sehingga, anak-anak kelas sekolah dasar mampu membaca, berhitung dan baca Al Qur’an dan memahami ilmu agama, Al Qur-an dan hadis.

“Santri-santri dari Ponpes Mazila Daarussalaam diharapkan bisa mewakili Desa Sampali pada lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an pada tahun-tahun mendatang,” ujar Ustadz Dahrul.

Oleh sebab itu, Ustadz Dahrul mengharakan agar orangtua segera mendaftarkan anak-anaknya untuk menjadi santri di Ponpes Mazila Daarussalaam, tanpa dipungut bayaran.

“Untuk tahun pertama, para santri akan pulang le rumah masing-masing usai belajar, karena fasilitas asrama masih dalam pembangunan.

Dana Pribadi

Setelah bangunan asrama rampung, maka para santri menginap di kamar dalam asrama yang sudah disediakan,” jelas Ustadz Dahrul yang telah mengeluarkan dana hampir Rp 2 milyar dari dana pribadinya untuk membangun Ponpes tersebut.

Ustadz Dahrul menambahkan, pendidikan umum dan keagamaan secara gratis tersebut semata-mata untuk membantu orangtua yang ingin memasukkan putra-putrinya belajar di pesantren.

“Semuanya akan serba gratis. Belajar dan makan gratis selama belajar di Ponpes. Kami tak mau menyusahkan orangtua santri,” katanya.

“Insyaa Allah usaha hewan ternak seperti ternak Kambing, Lembu dan ikan yang dikelola pesantren serta pertanian bisa maju dan hasil panennya untuk membiayai Ponpes ini,” aku Ustadz Dahrul yang pernah menjadi Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Sumut ini.

Peresmian Ponpes Mazila Daarussalaam diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ustadz Khairul Fatah.

Tampak hadir Kepala Desa Sampali, tokoh agama serta tokoh masyarakat Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan serta 60 santri perdana yang akan menuntut ilmu di Ponpes Mazila Daarussalaam.

Usai peresmian, sejumlah orangtua terlihat menemui Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf untuk mendaftarkan putra-putrinya menjadi santri. (h04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2