Waspada
Waspada » Pertamakali MUI Sumut Buka Pendidikan Kader Ulama Wanita
Medan

Pertamakali MUI Sumut Buka Pendidikan Kader Ulama Wanita

PANITIA seleksi khusus wanita berfoto bersama Sekretaris MUI Sumut Dr H Ardiansyah MA. Pertamakali, MUI Sumut buka pelatihan kader ulama wanita. Waspada/Anum Saskia
PANITIA seleksi khusus wanita berfoto bersama Sekretaris MUI Sumut Dr H Ardiansyah MA. Pertamakali, MUI Sumut buka pelatihan kader ulama wanita. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Untuk pertamakali, Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sumut buka Pendidikan Kader Ulama (PKU) khusus wanita dengan membuka kegiatan seleksi.

Sekretaris Umum MUI-SU, Dr H Ardiansyah Lc, MA menyampaikan, kebutuhan kader ulama wanita sangat diperlukan terutama era milenial ini.

“Program ini sebagaimana yang telah disampaikan Ketua Umum MUI-SU, Prof Dr H Abdullah Syah menjadi sejarah penting bagi majelis ulama Sumatera Utara,” katanya.

Bahkan, lanjut Ardiansyah menjadi sejarah monumental se Indonesia, karena menjadi yang pertamakali MUI Sumut buka pendidikan kader ulama khusus kepada kader ulama wanita.

Menurut Ardiansyah, program ini merupakan cita-cita MUI sejak lama, mengingat masih minimnya kader ulama perempuan, daiyah atau ustazah yang aktif mengisi pengajian kaum ibu dan wanita.

Padahal dahulu cukup banyak ustazah terkenal di antaranya, Ustazah Syarifah Saleh, Ustazah Halumatus Sya’diyah dan lain sebagainya.

Dan ternyata sampai saat ini, ungkap Ardiansyah program kaderisasi ulama perempuan dimaksud belum berjalan optimal.

Dalam pertemuan itu, dia didampingi Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga, Dra. Hj Rusmini MA, Sekretaris Dra Wan Khairunnisah.

Kemudian Dra Hj Nani Ayum Panggabean dan Dra Hj Nurliati Ahmad.

Minim Ustazah Perempuan

Karena itu, sebutnya dengan kegiatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan masih minimnya jumlah ustazah perempuan yang mengisi pengajian kaum ibu khususnya.

Kemudian cukup banyak persoalan ibadah dan fikih kewanitaan bersifat kewanitaan di antaranya soal haid, nifas, wiladah dan lain-lain. Karenanya yang paling tepat mengajarkannya juga adalah wanita.

Begitu juga soal kajian haji wanita, puasa bagi wanita dan persoalan keagamaan lainnya.

Bahkan, sebutnya Imam Syafii ketika menulis tentang Fikih Wanita, juga belajar dengan guru wanita bernama Syifah.

Dan yang tidak kalah pentignya lagi, kata Ardiansyah adalah bahwa populasi perempuan lebih banyak dari pria.

Karena itu desakan terhadap pentingnya ulama perempuan itu menjadi kebutuhan mendesak.

Sementara Ketua Komisi PRK MUI-SU, Dra Hj Rusmini menyampaikan, peserta seleksi adalah lulusan Strata-1 dari kabupaten/kota di Sumut.

Seperti dari Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat, Tanjungbalai, Paluta, Palas, Sergei, Labura dan Tebingtinggi. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2