Waspada
Waspada » Perlu Solusi Ekonomi Warga Terdampak Corona
Medan

Perlu Solusi Ekonomi Warga Terdampak Corona

PENGAMAT Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Aryo Pratomo. Perlu solusi dampak ekonomi warga di rumah saja. Waspada/Ist
PENGAMAT Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Aryo Pratomo. Perlu solusi dampak ekonomi warga di rumah saja. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemerintah perlu mencari solusi ekonomi warga yang terdampak virus Corona (Covid-19).

“Konsumsi selama tinggal di rumah alami peningkatan, sehingga perlu solusi ekonomi warga yang terdampak Corona, ” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Aryo Pratomo, Senin (30/3).

Kata dia, dengan berdiam di rumah akibat bencana wabah ini, membawa dampak terhadap penurunan pendapatan masyarakat, apalagi jika tidak ada pekerjaan.

Sementara itu, bagi pekerja dan anggota keluarganya yang diminta tetap di rumah tentunya mendorong peningkatan konsumsi, seperti untuk listrik, air, konsumsi makanan, dan lainnya.

Sementara penghasilan berkurang akibat  pandemi virus Corona yang saat ini memang tidak dapat terelakkan lagi.

“Ini sebuah bencana yang cukup besar bagi perekonomian,” katanya.

Keputusan pemerintah untuk mendorong masyarakat bekerja dari rumah (work from home), sekolah dan universitas belajar dari rumah secara daring.

Serta meminta UMKM untuk berjualan secara online, tentunya membawa dampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Berjualan Online

Sebagian perusahaan merumahkan karyawannya, karena produksi menurun atau permintaan berkurang.

Ini termasuk restoran yang memiliki pelanggan banyak juga diimbau hanya berjualan online.

Di samping itu, pekerja transportasi online juga mengalami penurunan pendapatan secara drastis akibat permintaan yang juga menurun.

Kalau ini tidak segera ditangani, maka dapat saja berpotensi untuk menimbulkan masalah sosial.

“Tentunya dalam jangka pendek, bagi keluarga yang masih memiliki tabungan masih dapat ditutupi.

Namun yang perlu mendapat perhatian pemerintah adalah masyarakat yang tidak memiliki tabungan, yang menerima gaji harian, dan kelompok masyarakat miskin lainnya.

“Inilah kelompok masyarakat yang sangat terpukul dengan bencana ini,” katanya.

Ditambahkanya, karena itu, pemerintah seharusnya cepat bertindak untuk menyalurkan bantuannya.

Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) agar masyarakat miskin tidak semakin menderita karena ada penghasilan, sehingga sulit menghidupi keluarga.

Selain pemerintah, kata dia, masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki, agar tidak terjadi masalah sosial di lingkungannya.

Sebaiknya ada gerakan untuk membantu, kelompok miskin di sekitar lingkungan.

Kelompok masyarakat menengah dan atas juga diharapkan ada peduli untuk membantu mereka.

“Kita berharap kondisi ini tidak berlarut-larut terjadi. Karena jika terus berlangsung, maka akan memukul perekonomian kita cukup besar,” ungkapnya. (m37)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2