Waspada
Waspada » Perlu Langkah Terpadu Atasi Dampak Covid-19
Medan

Perlu Langkah Terpadu Atasi Dampak Covid-19

PENGAMAT Kebijakan Publik dan Pengamat Sosial Kemasyarakatan, Eddy Syofian MAP. Perlu langkah terpadu atasi dampak Covid-19. Waspada/Ist
PENGAMAT Kebijakan Publik dan Pengamat Sosial Kemasyarakatan, Eddy Syofian MAP. Perlu langkah terpadu atasi dampak Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Saat ini, sangat perlu bahu membahu dan langkah terpadu atasi dampak Covid-19, mengingat ancamannya makin nyata.

Perlu langkah terpadu atasi dampak Covid-19 karena bukan saja pada peningkatan jumlah kematian akibat pandemi itu, tetapi dampak secara ekonomi dan kini disebut-sebut Indonesia akan memasuki masa krisis.

“Kita tidak boleh lengah, ini masalah serius dan harus segera diatasi,” kata Pengamat Kebijakan Publik dan Pengamat Sosial Kemasyarakatan, Eddy Syofian, MAP (foto) yang juga Kandidat Doktor FISIP USU, Selasa(1/9).

Dia merespon sekaitan diberitakan jumlah warga yang meninggal dunia terkonfirmasi positif virus Covid 19 meningkat, yakni 311 orang di Sumatera Utara.

Kata Eddy, Covid itu belum berakhir bahkan diprediksi akan memasuki gelombang kedua dan akan menghadapi masalah resesi ekonomi.

“Maka keduanya harus ditangani. Jangan karena krisis ekonomi sudah di depan mata kita lalai terkait pandemi.
Mari kita belajar dari sejarah.

Pandemi terparah dalam sejarah dunia adalah pandemi flu di spanyol tahun 1918. Pandemi ini berlangsung selama 2 tahun dalam tiga gelombang hingga 50 juta orang terinfeksi dan 50-100 juta kematian.

Jika dilihat saat ini, sambung dia, kondisi ini disebabkan saat gelombang kedua, dimana jumlah kematian itu semakin meningkat di saat orang sudah bosan dengan karantina dan social distancing dan abai terhadap protokol kesehatan.

Di saat itulah kerumunan terjadi disaat itupula serangan pandemi muncul dan kematian semakin bertambah.

Ini karena jumlah meningkat kemampuan daya tampung Rumah Sakit terbatas dan tenaga kesehatan juga terbatas serta kehabisan energi para tim kesehatan.

“Melihat fenomena di Indonesia bukan tidak mungkin peristiwa di Spanyol akan terulang. Apakah kita mau? tandasnya.

Bahu Membahu

Dipaparkannya, belajar dari sejarah atau mau mengulangi sejarah. Untuk itu pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu mencegah pandemi ini.

Protokol kesehatan harus dijadikan trend atau budaya malu, masyarakat harus ikut menghukum secara moral apabila ada warga yang tidak mematuhi protokol.

Sebagian masyarakat masih memakai masker karena takut ( takut dihukum, takut didenda) bukan karena kebutuhan primer saat ini.

Pemerintah juga perlu menyiapkan sebanyak mungkin masker gratis terutama di tempat-tempat publik. Misalkan bandara, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, area rumah sakit, perkantoran bahkan rumah ibadah.

“Kita berharap saat ini seluruh Perguruan Tinggi khususnya USU agar dapat membuat Satgas Kesehatan dan Satgas Ekonomi memberikan masukan yang sifat implementatif kepada pemerintah,” katanya.

Disebutkan, Perguruan Tinggi lah tempat bertanya pemerintah dan masyarakat. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2