Waspada
Waspada » Perlu Buat Tim Besar Tangani Pasien Kritis Covid-19
Medan

Perlu Buat Tim Besar Tangani Pasien Kritis Covid-19

GUBSU Edy Rahmayadi, saat memimpin Rakor Penanganan Covid-19 dengan RS se-Sumut. Perlu buat tim besar tangani pasien kritis Covid-19. Waspada/Ist
GUBSU Edy Rahmayadi, saat memimpin Rakor Penanganan Covid-19 dengan RS se-Sumut. Perlu buat tim besar tangani pasien kritis Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit (RS) H. Adam Malik Zainal Safri menyampaikan usul ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Yakni membuat grup atau tim besar dari berbagai RS yang berisikan bermacam dokter spesialis. Tujuannya untuk saling membantu dalam menangani pasien yang kritis dan membutuhkan pertolongan segera.

Usulan itu disampaikan Zainal Safri, saat pelaksanaan Hal tersebut rapat koordinasi (Rakot) penanganan Covid-19 dengan RS se-Sumut, Selasa (4/5). Rapat yang berlangsung di pendopo rumah dinas Gubsu itu dipimpin langsung Gubsu Edy Rahmayadi.

Hari itu, Gubsu Edy Rahmayadi, mengonsolidasikan seluruh RS yang ada di daerah ini, untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus kematian karena Covid-19. Juga untuk memastikan ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR). Diketahui, angka kematian saat ini sekitar 3,3 persen, sedangkan BOR sudah melampaui 60 persen.

Menurut Edy Rahmayadi, angka kematian akibat Covid-19 sudah sangat tinggi dab harus diturunkan. Untuk itu, sinergi antat RS dan pihak terkait sangat diperlukan. “Makanya saya kumpulin bapak-bapak sekalian, untuk bertukar pikiran, untuk mengatasi ini kita juga harus bergandengan tangan,” katanya.

Tim Besar

Berbagai saran, pendapat dan masukan disampaikan sejumah pengelola RS pada Rakor itu. Salah satunya dari Dirut RS H. Adam Malik Zainal Safri.

Menurut Zainal, kematian yang tinggi kasus Covid-19, bisa disebabkan oleh keterlambatan pasien dibawa ke RS “Ada pasien yang datang ke rumah sakit memang yang kondisinya sudah berat, ada juga kiriman dari luar Kota Medan,” ujarnya.

Karena itu, menurut Zainal, perlu dibuat grup atau tim besar dari berbagai RS yang berisikan bermacam dokter spesialis. Dengan begitu bisa saling membantu dalam menangani pasien yang kritis dan membutuhkan pertolongan segera.

Sementara itu, Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Covid-19 Provinsi Sumut Restuti Hidayani Saragih mengatakan, ada faktor yang menyebabkan peningkatan angka kematian dan ketersediaan kamar isolasi.

Antara lain, faktor penerapan protokol kesehatan masyarakat. “Penerapan protokol kesehatan adalah faktor dari eksternal rumah sakit,” katanya.

Menurut Restuti, saat ini semakin banyak varian virus Covid-19. Untuk itu, penyekatan wilayah diperlukan guna membatasi mobilitas warga, terutama saat libur Lebaran.

Sedangkan Direktur Operasional Rumah Sakit Murni Teguh Jong Khai mengatakan, kapasitas kamar di RS mereka, temuntuk isolasi Covid-19 sudah penuh.

Karena itu, Ia mengharapkan sinergi antar RS, guna mengantisipasi pasien yang tidak tertampung. Sehingga seluruh pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik. (m07)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2