Waspada
Waspada » Peringatan 75 Tahun Pembacaan Teks Proklamasi Berlangsung Khidmat
Medan

Peringatan 75 Tahun Pembacaan Teks Proklamasi Berlangsung Khidmat

KETUA PEPABRI, Sumut Brigjen TNI (Purn) H.Ali Imran Siregar MBA sedang membacakan Proklamasi didampingi Ketua Kwarda Pramuka Sumut H Nurdin Lubis, Ketua LVRI Sumut Kolonel Purn Awalauddin, mewakili Ketua PWRI Sumut. Waspada/Ist
KETUA PEPABRI, Sumut Brigjen TNI (Purn) H.Ali Imran Siregar MBA sedang membacakan Proklamasi didampingi Ketua Kwarda Pramuka Sumut H Nurdin Lubis, Ketua LVRI Sumut Kolonel Purn Awalauddin, mewakili Ketua PWRI Sumut. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Peringatan 75 Tahun pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Medan, Selasa (6/10) berlangsung khidmat.

Peringatan 75 Tahun pembacaan teks proklamasi berlangsung khidmat yang dilaksanakan Kwarda Pramuka Sumut bekerjasama dengan DHD45 Sumut didukung beberapa organisasi lain.

Ketua Umum Badan Pembudayaan Kejuangan45 Dewan Harian Daerah 45 (DHD45) Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) M Hasyim meminta kepada pemerintah pusat dan daerah agar mata pelajaran sejarah perjuangan bangsa diperkuat di dunia pendidikan mulai Sekolah Dasar hingga ke Perguruan Tinggi.

Demikian antara lain  pesan dan harapannya saat menjadi Inspektur Upacara memperingati 75 tahun dibacakannya Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Medan.

Kegiatan dilaksanakan Kwarda Pramuka Sumut bekerjasama dengan DHD45 Sumut didukung beberapa organisasi seperti LVRI, PEPABRI,  para sejarawan dan Komunitas Peduli Sejarah dimaksudkan untuk peristiwa penting pada 6 Oktober 1945 lalu.

Di mana, Mr Muhammad Hasan Gubernur Sumatera I diminta oleh Presiden Soekarno dan desakan para pemuda pejuang untuk membacakan teks proklamasi di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Fukura (Lapangan Merdeka).

Ini dilakukan sebagai wujud syukur dan kabar kepada dunia bahwa seluruh rakyat di deerah khususnya di wilayah mendukung NKRI dan siap mepertahankan agar tidak dijajah lagi.

Peristiwa itulah yang diperingati sebagai ingatan sejarah akan nilai historis Lapanga  Merdeka Medan.

Pendidikan Sejarah Berbasis Situs

Lebih lanjut Mayjen TNI Purn M.Hasyim juga memunta kepada para guru dan dosen sejarah agar menjadikan pendidikan sejarah berbasis situs.

“Ajak peserta didik dan mahasiswa mengunjungi situs situs sejarah, “pintanya.

Dia mengingatkan bahwa pelajar dan mahasiswa hari ini adalah generasi pelaksana masa depan. Untuk itu kewajiban kita sekarang mewariskan sejarah.

“Jangan kita dituduh oleh pelajar hari ini sebagai generasi yang mewariska  generasi ” tuna sejarah,” ujarnya lagi.

DHD45 berserta Kwarda Pramuka, Legiun Veteran RI,PEBABRI juga meminta para Kepala Daerah agar mengalokasikan APBD nya untuk merawat semua situs-situs sejarah.

Jangan  dilupakan, ditelantarkan apalagi dihancurkan, karena situs dan seajarah itu adalah identitas bangsa.
Peringatan Pembacaan Proklamasi Kemderdekaan yang pertama kali digelar ini dipusatkan di Monumen Perjuangan dihadiri Ketua Kwarda Pramuka Sumut H Nurdin Lubis.

Kemudian, Ketua PEBABRI Sumut Brigjen TNI(Purn) H Ali Imtan Siregar, Ketua LVRI Sumut Kolonel (Purn) Awaluiddin mewakili Ketua PWRI Sumut.

Sejarawan UNIMED. Ichwan Azhari MA; dan pimpinan komunitas Masyarakat Sipil Peduli Lapangan Merdeka.
Mereka para tokoh juga meminta agar Gubernur dan wali kota Medan menetapkan Lapangan Merdeka sebagai Cagar Budaya yang harus dirawat dan tidak boleh kehilangan  identitasnya sebagai sidik jari Proklamasi dan kawasan jalur hijau. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2