Waspada
Waspada » Perhatian Pemda Cegah Narkoba Rendah
Medan

Perhatian Pemda Cegah Narkoba Rendah

PENGAMAT Kebijakan Publik Sumatera Utara, Eddy Syofian. Perhatian Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sumut terhadap pencegahan dan rehabilitasi pengguna narkoba masih rendah. Waspada/ist
PENGAMAT Kebijakan Publik Sumatera Utara, Eddy Syofian. Perhatian Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sumut terhadap pencegahan dan rehabilitasi pengguna narkoba masih rendah. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Perhatian Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sumut terhadap pencegahan dan rehabilitasi pengguna narkoba masih rendah.

Hal itu disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Sumatera Utara, Eddy Syofian (foto), Jumat (12/3).

Kata dia, pokok pikiran inipun sudah dia jabarkan ketika menjadi pembicara di kegiatan Rapat Koordinasi  Program Pemberdayaan Masyarakat bersama instansi pemerintah dalam kebijakan tanggap ancaman narkoba, yang digelar oleh BNN Deliserdang di Hotel Horisson Bandara Kuala Namu Rabu lalu.

Eddy Syofian yang juga Mantan Kaban Kesbangpol Sumut dan pernah menjadi Pelaksana Harian P4 GN Sumut itu menjelaskan bahwa masalah narkoba  bukan urusan pemerintah pusat semata, melainkan tugas Pemprov, kabupaten/kota, dunia usaha dan masyakakat.

“Lihat APBD Provinsi maupun kab/kota, kecil sekali persentasenya untuk pencegahan dan rehabilitasi korban narkoba,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan Pemkab dan Pemko hingga saat ini belum ada yang menerbitkan Peraturan Daerah  sebagai penjabaran dari Permendagri No 21 tahun 2013.

Ini diperkuat dengan lahirnya Permendagri No 12 tahun 2019 yang menyatakan Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten/Kota agar menerbitkan Perda tentang Fasilitasi Pencegahan Narkotika.

“Kita bersyukur Pemprovsu sudah menerbitkan Perda No 1 tahun 2019 meskipun anggaran untuk kegiatan ini belum signifikan,” ujar Eddy Syofian.

Dijelaskanya, terbitnya Inpres No  2 tahun 2020 maka semua daerah harus menyusun Tim Terpadu Rencana Aksi Daerah untuk  Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan narkoba hingga ke basis desa.

“Semua instansi dilibatkan termasuk TNI dan Polri,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sumut mendapat peringkat pertama prevalensi angka penyalahgunaan narkoba (6.5 persen) dari jumlah penduduk Sumut, sementara secara nasional hanya 1,8 persen.

“Ini ancaman dasyat bagi Sumut dan harus segera ditangani secara bersama,” ujarnya.

Lima Faktor

Menurut Eddy Syofian, setidaknya ada lima faktor penyebab tingginya angka prevelensi, yakni pertama, faktor geografis yang strategis baik darat, laut dan udara.

Kedua, 80 persen narkoba masuk melalui jalur laut apalagi banyak sekali pelabuhan “tikus”, sehingga memanfaatkan nelayan yang tidak produktif untuk dijadikan kurir.

“Sayangnya pemberdayaan masyarakat pantai terhadap anti narkoba minim dan bahkan hampir tidak ada,” ujarnya.

Ketiga, mindset antara pihak kepolisian, hakim, jaksa dengan upaya rehabilitasi tidak sama.

Banyak tangkapan aparat yang sesungguhnya pelaku itu adalah pecandu, tetapi dihukum sebagai pengedar daan statusnya tidak lagi  direhab melainkan dipenjara.

“Begitu pecandu bergabung dengan pengedar dan bandar di Lapas atau Rutan,si pecandu makin sulit direhabilitasi. “Akibatnya  tidak mengherankan hampir 80 persen seluruh isi Lapas dan Rutan dihuni oleh pelaku kejahatan narkoba,” sebutnya.

Kempat, Perhatian Pemda sangat rendah terbukti dari dukungan anggaran di APBD dan kelima, rendahnya animo masyarakat untuk melaporkan keluarga yang tercandu narkoba ke institusi Penerimaan Wajib Lapor (IPWD) untuk direhab.

“Mungkin mereka yakin kalau dilapor bukan untuk direbab, malah diproses hukum untuk dipenjara,” ujarnya seraya mengingatkan pentingnya terus melakukan sosialisasi dan kepercayaan publik.

Akhir ceramahnya Eddy Syofian menghimbau seluruh Kab Kota harus segera membentuk tim terpadu dan menyusun Rencana Aksi Daerah secara bersama dengan dukungan APBD yang signifikan.

Apalagi di tengah pandemi menurut survei pengguna narkoba semakin meningkat akibat dan stres serta faktor faktor lainnya.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2