Perempuan Diminta Gunakan Waktu Luang

Perempuan Diminta Gunakan Waktu Luang

  • Bagikan
KOORDINATOR tim Pengabdian Masyarakat Prof Lusiana Andriani Lubis MA PhD, yang juga menjabat sebagai Ketua Magister Ilmu Komunikasi USU, bersama peserta kegiatan. Perempuan diminta gunakan waktu luang. Waspada/ist
KOORDINATOR tim Pengabdian Masyarakat Prof Lusiana Andriani Lubis MA PhD, yang juga menjabat sebagai Ketua Magister Ilmu Komunikasi USU, bersama peserta kegiatan. Perempuan diminta gunakan waktu luang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Komunikasi efektif dalam upaya pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu usaha yang dapat dilaksanakan oleh perempuan di rumah. Karenanya, para perempuan diminta gunakan waktu luang untuk menambah ketrampilan.

Apalagi di saat Covid-19, perempuan diminta gunakan waktu luang untuk menambah keterampilan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga.

Bahkan kalau hasilnya bagus, selain dapat dipakai dan atau dikonsumsi keluarga, maka dapat juga dijual untuk menambah ekonomi keluarga, seperti keperluan anak sekolahn dan lain sebagainya.

Demikian disampaikan Koordinator tim Pengabdian Masyarakat Prof Lusiana Andriani Lubis MA PhD, yang juga menjabat sebagai Ketua Magister Ilmu Komunikasi USU, Selasa (18/8).

Kegiatan seperti ini rutin dilakukan setidaknya setahun sekali, yang merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Kata dia, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim pengabdian Prof Lusiana Andriani Lubis MA PhD.

Kegiatan ini menitik beratkan kepada fungsi ekonomi dan pembinaan lingkungan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mensejahterakan keluarga.

Hal ini dengan mengoptimalkan potensi yang ada pada lingkungan sekitarnya.

Program Lanjutan

Menurut Prof Lusiana, kegiatan ini merupakan program lanjutan.

Tahun lalu pengabdian masyarakat dilaksanakan didesa Kampung KB Kecamatan Batang Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan.

Saat ini di Kecamatan Beringin-Deliserdang, observasi tetap dilakukan dalam memilih lokasi dengan memperhatikan material yang tersedia sebagai bahan dasarnya.

Seperti telur bebek dan limbah lidi sawit.

Kegiatan dilaksanakan bermitra dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Beringin-Deliserdang, yaitu ibu Rahimah Angkat.

Metode yang dilakukan melalui ceramah, tanya jawab dan praktik langsung cara membuat telur asin dan anyaman lidi sawit pada Selasa (7/7).

Kegiatan berlangsung di aula kantor Camat Kecamatan Beringin.

Pesertanya berjumlah 30 orang terdiri dari pengurus/ibu-ibu tim penggerak PKK, baik di tingkat Kelurahan, Desa dan Dusun serta masyarakat yang ditunjuk oleh kader KB.

Kegiatan dibuat perkelompok, satu kelompok terdiri dari 5 (lima) orang sehingga ada 6 (enam) kelompok agar nampak kerja timnya dan mudah diawasi dalam pengerjaannya.

Tujuan akhir yang diharapkan adalah ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada yang lainnya.

Selain itu masyarakat, khususnya ibu ibu bertambah pengetahuan dan keterampilan baru serta dapat menjadi peluang usaha kreatif ke depannya.

Lanjut Prof Lusiana, pengabdian ini dilanjutkan pada hari Jumat, (17 /7).

Hal itu dilakukan karena telur asin saatnya dibuka dari pembalutnya setelah didiamkan selama 10-14 hari.

Kemudian telur dibersihkan dan direbus berdasarkan kelompoknya selama lebih kurang 25-30 menit.

Selama merebus telur, waktu yang ada dimanfaatkan lebih kurang 25 menit dengan memberikan edukasi cara memasarkan telur asin melalui media sosial (online) oleh tim pengabdian USU.

Selanjutnya mencicipi hasilnya secara bersama dan mengevaluasi pelatihan pembuatan telur asin dan anyaman sapulidi hias.

Akhir kegiatan menyaksikan pemasangan plank Pengabdian Masyarakat USU oleh Camat Kecamatan Beringin.

Ini disaksikan ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, tim Pengabdian Masyarakat USU dan peserta kegiatan pelatihan. (m22)

 

  • Bagikan